|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
14 April 2007
|
|
Ustad Korban Mercy Maut,
Penasihat Spiritual SBY
|
Ternyata seorang ustad yang tewas dalam mobil Mercy yang terparkir di Jalan Kuni-ngan, adalah salah satu pena-sihat spiritual Presiden SBY. Na-manya H Imam Ali. Imam Ali juga dikenal luas oleh para pe-jabat Polri dan TNI.
“Almarhum adalah penasi-hat spiritual Pak SBY,” kata Ustad Sahal, asisten pribadi H Imam Ali, kepada wartawan di Mapolres Kuningan, Jumat (13/04).
Menurut Sahal, Presiden SBY memiliki 15 penasihat spiritual, yang terdiri dari 6 habib dan 9 kiai. “Kiai Imam Ali termasuk salah satunya,” ujar Sahal yakin. Sahal juga menyatakan bahwa Imam Ali dikenal dekat dengan para pejabat tinggi Polri dan TNI. “Almarhum memiliki banyak pesantren dan memiliki relasi dekat dengan ulama-ulama di Jawa,” kata Sahal saat dita-nya mengenai kelebihan Imam Ali.
Sementara itu, keponakan Imam Ali, Ahmad Yusuf, juga memberikan keterangan bahwa almarhum memiliki kedekatan dengan SBY dan koleganya. Bahkan, kata dia, mobil Mercedes Benz B 678 MW, yang ditumpangi terak-hir kalinya, merupakan pem-berian Jenderal Yasin, salah satu tim sukses SBY.
“Mobil itu merupakan pem-berian dari Jenderal Moham-mad Yasin. Almarhum ke Ci-karang hari Selasa lalu juga untuk mengambil mobil tersebut,” ujar Ahmad Yusuf. Seperti diketahui, mobil Mercy B 678 MW yang terparkir di Jl Raya Cirebon-Kuningan didobrak polisi Rabu (11/04) lalu. Empat orang di dalam mobil ditemukan tewas. Dari keempat orang itu, ada tiga ustad. H Imam Ali, salah satu dari tiga ustad itu. Diduga me-reka tewas keracunan gas CO.
Saat menumpang mobil, Imam Ali membawa uang Rp 50 juta. Namun, saat Imam Ali ditemukan tewas bersama tiga orang lainnya di mobil Mercy maut itu, jumlah uang yang ditemukan berkurang. Uang yang ada hanya Rp 14 juta. “Sebelum ke Kuningan, Kiai Imam Ali membawa Rp 50 juta. Rencananya, uang Rp 50 juta akan dibelikan sarang burung walet di daerah Kuningan. Namun, kenapa pada saat jenazah ditemukan, uang itu hanya Rp 14 juta. Yang Rp 36 juta kemana?” tanya Ustad Sahal. (dtc/*)
|
|