|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
14 April 2007
|
|
Minahasa penyumbang terbesar
Produksi Jagung Bisa Mencapai 130 Ribu Ton
|
Produksi jagung di Sulut untuk dua bulan ke depan, dipastikan akan melampaui kebutuhan lokal, sebab sejumlah daerah sebagai sentra produksi jagung, seperti Bolmong, Minahasa Utara dan Minahasa, akan masuk masa panen dan estimasi produksi sebesar 130 ribu ton.
Kepala Dinas Pertanian Kabu-paten Minahasa Utara (Minut), Ir Joppie Lengkong menandas-kan, dari wilayahnya siap mem-produksi jagung sebanyak 30.000 ton. “Dan kita sudah mulai panen,” tukasnya.
Dikatakannya, sejauh ini Mi-nut memang sudah menjadi sa-lah satu daerah sentra produksi jagung di Sulut. “Bahkan untuk pencairan dana kredit jagung di Bank Sulut, Minut yang lebih dulu,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Per-tanian Bolmong, Ir Taufik Moko-ginta juga menyatakan daerah-nya akan memproduksi jagung kurang lebih 30 ton. Hanya saja jagung di daerah ini 80 persen dipastikan akan lari ke Goron-talo. “Karena itu sudah terjadi saat ini, di mana sebagian besar jagung Bolmong lari ke Go-rontalo,” jelasnya.
Sedangkan Kabupaten Mina-hasa, sebagaimana penjelasan Kepala Dinas Pertanian dan Hol-tikultura, Refly Mambu, produk-sinya bisa mencapai 70 ribu ton. “Kalau kita menganalisa penanaman jagung saat ini, maka untuk Minahasa bisa memproduksi jagung sampai 70 ribu ton,” ungkapnya.
Adanya produksi jagung se-besar itu, menurut Lengkong tak lain karena keseriusan pe-merintah memberikan fasilitas. “Saat ini petani diberi bibit dan pupuk, juga difasilitasi dengan kredit perbankan. Jadi para petani kita saat ini betul-betul diberi fasilitas yang lebih dari cukup,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sulut, Alexius Lembong SE menandaskan memang pi-haknya telah menyalurkan kredit jagung tersebut kepada sejumlah petani yang memenuhi syarat. “Jumlahnya belum banyak dan khusus untuk Minahasa Utara, ternyata program ini berjalan dengan baik,” tukas Lembong.(ami)
|
|