|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
14 April 2007
|
|
Ingin Kejar PAD, Disparbud Dinilai Enggan Tindaki Sexy Dancer
|
Kembali Disparbud menuai kritikan. Kali ini instansi yang dipimpin oleh Plt Ester Lumingkewas ini dikecam karena tidak menindaki aksi sexy dancer yang digelar di Haha Café, Rabu (11/04). Malah mereka dinilai enggan menindak karena tak ingin PAD turun.
Hal tersebut dilontarkan Ke-tua Forum Bersama Guru-gu-ru Kristen (Forbes G2K) Pdt Lu-cky Rumopa STh. “Disparbud seharusnya aktif mengawasi tempat hiburan. Jangan sam-pai ada yang menggelar tarian sexy dancer. Seperti yang terjadi di Haha Café, kecam Rumopa, Jumat (13/04).
Menurut wakil Sekretaris Bidang Pendidikan PKB Sinode GMIM ini, kegiatan tersebut jelas-jelas memberi dampak negatif bagi generasi muda. “Aksi di Haha Café tersebut su-dah masuk kategori pornoaksi dan pornografi. Karena lekuk bagian terlarang para penari tampak jelas. Ini seharusnya segera ditindak oleh pemkot, dalam hal ini Disparbud. Tapi mereka kelihatan enggan me-lakukannya. Disparbud seolah takut perolehan PAD turun seandainya Haha Café ditu-tup,” tukasnya.
Untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut, ia meminta harus ada rambu-rambu jelas kepada pemilik usaha. Karena jika dibiarkan akan merusak nama Manado di tingkat nasio-nal dan internasional. Sebab pe-merintah justru bersikap per-misif dan baru pura-pura ber-tindak keras kalau sudah ada keluhan dari elemen masyarakat.
Ditambahkannya, aksi di Haha Café dikhawatirkan akan menjadi pemacu makin banyaknya kegiatan sejenis. Apalagi saat Manado menjadi tuan rumah dua akbar, yakni World Ocean Conference (WOC) 2009 dan MKPD 2010. Di mana pemerintah bisa dituding mendukung kegiatan berbau pornografi sebagai daya tarik menjaring wisata-wan nusantara dan manca-negara. “Ingat kita ini bangsa timur, yang mengedepankan norma dan nilai-nilai keaga-maan. Jangan sampai timbul-kan citra negatif dari bangsa barat kalau kita bangsa mu-rahan,” ketus Rumopa.(win)
|
|