CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

14 April 2007

Ingin Kejar PAD, Disparbud Dinilai Enggan Tindaki Sexy Dancer

 

 IKUTI BERITA LAIN

Rindukan pelayanan air bersih
Masyarakat Pulau Gunakan Air Hujan untuk Minum

Dua Kelurahan di Mapanget Tidak Punya Lurah

Diduga Pemkot tak Mampu Bayar, Dua Truk Damkar Ditarik

Alumni STPDN: Kekerasan Fisik Baru Terjadi Belakangan

Pedagang Asongan Bersihkan Pusat Kota

Kembali Disparbud menuai kritikan. Kali ini instansi yang dipimpin oleh Plt Ester Lumingkewas ini dikecam karena tidak menindaki aksi sexy dancer yang digelar di Haha Café, Rabu (11/04). Malah mereka dinilai enggan menindak karena tak ingin PAD turun. 

Hal tersebut dilontarkan Ke-tua Forum Bersama Guru-gu-ru Kristen (Forbes G2K) Pdt Lu-cky Rumopa STh. “Disparbud seharusnya aktif mengawasi tempat hiburan. Jangan sam-pai ada yang menggelar tarian sexy dancer. Seperti yang terjadi di Haha Café, kecam Rumopa, Jumat (13/04). 
Menurut wakil Sekretaris Bidang Pendidikan PKB Sinode GMIM ini, kegiatan tersebut jelas-jelas memberi dampak negatif bagi generasi muda. “Aksi di Haha Café tersebut su-dah masuk kategori pornoaksi dan pornografi. Karena lekuk bagian terlarang para penari tampak jelas. Ini seharusnya segera ditindak oleh pemkot, dalam hal ini Disparbud. Tapi mereka kelihatan enggan me-lakukannya. Disparbud seolah takut perolehan PAD turun seandainya Haha Café ditu-tup,” tukasnya. 
Untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut, ia meminta harus ada rambu-rambu jelas kepada pemilik usaha. Karena jika dibiarkan akan merusak nama Manado di tingkat nasio-nal dan internasional. Sebab pe-merintah justru bersikap per-misif dan baru pura-pura ber-tindak keras kalau sudah ada keluhan dari elemen masyarakat. 
Ditambahkannya, aksi di Haha Café dikhawatirkan akan menjadi pemacu makin banyaknya kegiatan sejenis. Apalagi saat Manado menjadi tuan rumah dua akbar, yakni World Ocean Conference (WOC) 2009 dan MKPD 2010. Di mana pemerintah bisa dituding mendukung kegiatan berbau pornografi sebagai daya tarik menjaring wisata-wan nusantara dan manca-negara. “Ingat kita ini bangsa timur, yang mengedepankan norma dan nilai-nilai keaga-maan. Jangan sampai timbul-kan citra negatif dari bangsa barat kalau kita bangsa mu-rahan,” ketus Rumopa.(win) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin