|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
16 April 2007
|
|
Dispar Mengaku Sengaja Undang
Sexy Dancers di Haha Cafe
|
Sexy dancers yang beraksi di Haha Café Rabu (11/04) silam hingga mendulang kecaman dari tokoh agama, ternyata sengaja diundang oleh tim pembahasan perda. Mereka diberi kesempatan bergoyang untuk dinilai, menyangkut sampai di mana batas-batas yang diperbolehkan.
Hal ini dilontarkan plt Ka-disparbud Ester Luming-kewas, Minggu (15/04). Di ma-na para sexy dancer memang diminta untuk tampil guna dinilai. “Waktu itu yang turun menilai ada dari dewan, kepo-lisian, disparbud, bagian hu-kum dan wartawan, “kata Lu-mingkewas yang mengaku tak ingat wartawan dari media ma-na yang turut mendampingi.
Dikatakan Lumingkewas, maksud sexy dancer tampil un-tuk menjadi bahan masukan bagi tim pembahas perda. Ka-rena hasil itu akan dibahas untuk menentukan batas-ba-tas yang diperbolehkan. Yang sesuai juga dengan permin-taan bagian hukum, yang meminta perlu ada perda baru yang mengatur aktivitas se-perti itu. “Jadi tak benar kalau dikatakan kami tak menindaki sexy dancer karena takut bakal sulit mencapai PAD. Dan para penari masih berpa-kaian dan tak tampil polos,” im-buhnya.
Menariknya ia mengaku tim pembahasan perda bukan baru meninjau aksi sexy dancer di Haha Café Rabu pekan lalu. “Bu-lan lalu tim juga pergi ke Haha Café, dan Hollywood Café. Ma-lah akan ada sekali lagi pemen-tasan. Yang sekali lagi akan jadi bahan masukan untuk tim pembahasan perda,” tegasnya.
Sebelumnya penampilan sexy dancer di Haha Café meng-akibatkan Disparbud dikritik Ketua Forum Bersama Guru-guru Kristen (Forbes G2K) Pdt Lucky Rumopa STh. “Dispar-bud seharusnya aktif menga-wasi tempat hiburan. Jangan sampai ada yang menggelar tarian sexy dancer. Seperti yang terjadi di Haha Café,” ke-cam Rumopa, Jumat (13/04).
Menurut wakil sekretaris bidang pendidikan PKB Sinode GMIM ini, kegiatan tersebut jelas-jelas memberi dampak negatif bagi generasi muda. “Aksi di Haha Café tersebut su-dah masuk kategori pornoaksi dan pornografi. Karena lekuk bagian terlarang para penari tampak jelas. Ini seharusnya segera ditindak oleh pemkot, dalam hal ini disparbud. Tapi mereka kelihatan enggan me-lakukannya. Disparbud seolah takut perolehan PAD turun se-andainya Haha Café ditutup,” tukasnya sambil meminta harus ada rambu-rambu jelas kepada pemilik usaha.(win)
|
|