CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

16 April 2007

Dispar Mengaku Sengaja Undang 
Sexy Dancers di Haha Cafe

 

 IKUTI BERITA LAIN

Dikhawatirkan jatuh ke ahli waris yang tak berhak 
Keluarga Korban Minta Adam Air tak Gegabah Salurkan Santunan

Distribusi Naskah UN Tanpa Dikawal Polisi?

Pol-PP Akhirnya Turun Tangan, Pinasungkulan Kembali Ditata

Hari Ini Jalur Masuk-Keluar Terminal Paal II Diubah

Mengintip ‘jajanan’ seks di Boulevard
“Kalo Short-time 300 ri’ jo Bos”

Sexy dancers yang beraksi di Haha Café Rabu (11/04) silam hingga mendulang kecaman dari tokoh agama, ternyata sengaja diundang oleh tim pembahasan perda. Mereka diberi kesempatan bergoyang untuk dinilai, menyangkut sampai di mana batas-batas yang diperbolehkan. 

Hal ini dilontarkan plt Ka-disparbud Ester Luming-kewas, Minggu (15/04). Di ma-na para sexy dancer memang diminta untuk tampil guna dinilai. “Waktu itu yang turun menilai ada dari dewan, kepo-lisian, disparbud, bagian hu-kum dan wartawan, “kata Lu-mingkewas yang mengaku tak ingat wartawan dari media ma-na yang turut mendampingi. 
Dikatakan Lumingkewas, maksud sexy dancer tampil un-tuk menjadi bahan masukan bagi tim pembahas perda. Ka-rena hasil itu akan dibahas untuk menentukan batas-ba-tas yang diperbolehkan. Yang sesuai juga dengan permin-taan bagian hukum, yang meminta perlu ada perda baru yang mengatur aktivitas se-perti itu. “Jadi tak benar kalau dikatakan kami tak menindaki sexy dancer karena takut bakal sulit mencapai PAD. Dan para penari masih berpa-kaian dan tak tampil polos,” im-buhnya. 
Menariknya ia mengaku tim pembahasan perda bukan baru meninjau aksi sexy dancer di Haha Café Rabu pekan lalu. “Bu-lan lalu tim juga pergi ke Haha Café, dan Hollywood Café. Ma-lah akan ada sekali lagi pemen-tasan. Yang sekali lagi akan jadi bahan masukan untuk tim pembahasan perda,” tegasnya. 
Sebelumnya penampilan sexy dancer di Haha Café meng-akibatkan Disparbud dikritik Ketua Forum Bersama Guru-guru Kristen (Forbes G2K) Pdt Lucky Rumopa STh. “Dispar-bud seharusnya aktif menga-wasi tempat hiburan. Jangan sampai ada yang menggelar tarian sexy dancer. Seperti yang terjadi di Haha Café,” ke-cam Rumopa, Jumat (13/04). 
Menurut wakil sekretaris bidang pendidikan PKB Sinode GMIM ini, kegiatan tersebut jelas-jelas memberi dampak negatif bagi generasi muda. “Aksi di Haha Café tersebut su-dah masuk kategori pornoaksi dan pornografi. Karena lekuk bagian terlarang para penari tampak jelas. Ini seharusnya segera ditindak oleh pemkot, dalam hal ini disparbud. Tapi mereka kelihatan enggan me-lakukannya. Disparbud seolah takut perolehan PAD turun se-andainya Haha Café ditutup,” tukasnya sambil meminta harus ada rambu-rambu jelas kepada pemilik usaha.(win) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin