|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
17 April 2007
|
|
Mokodongan
Miliki Kans Cawagub DKI
|
Putera Bolmong, Letjen (Purn) Abdul Mokodongan yang mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta sebagai calon wakil gubernur (cawa-gub), tetap memiliki kans untuk mendampingi cagub Fauzi Bowo (Foke). Meski begitu, mantan Kapuspen ABRI ini bakal berseteru secara internal dengan dua mantan pejabat TNI lainnya, masing-masing mantan Pandam Jaya Letjen (Purn)
Slamet dan Mantan Dan Pus-pom Pangdam Jaya, Mayjen (Purn) Jaslin Marin.
Demikian informasi yang berhasil dikorek harian ini dari Ketua DPD II Partai Gol-kar Jakarta Utara, Hi Ramli Hajji Muhammad, ketika dihubu-ngi via ponsel kemarin (16/04) sore. “Benar, salah satu dari tiga calon pendamping Fauzi Bowo, adalah Pak Mokodo-ngan yang asal Sulut. Mudah-mudahan akhir April ini sudah ditetapkan salah satu dari ketiganya,’’ terang Ramli.
Menurut Ramli, figur Moko-dongan cukup menjual se-hingga kansnya tetap terbuka untuk disanding dengan Foke. Sayangnya, ketika ditanya siapa dari tiga calon tersebut yang paling didukung Beringin DKI, Ramli menjelaskan bahwa pihaknya kemungkinan akan menyerahkan kepada partai-partai yang berkoalisi untuk menentukan.
Sebab PG telah mengusung Foke untuk papan satu, sehing-ga berlebihan kalau untuk papan dua, masih PG yang menetapkan kandidatnya.
Dari Bolmong, Ketua LSM Surya Madani Salim Landjar mengajak agar mendoakan putra Totabuan supaya teru-sung sebagai kandidat Wakil Gubernur DKI. ‘’Masuk tiga besar untuk calon Wakil Gu-bernur DKI saja sudah patut dibanggakan, apalagi sampai terpilih sebagai kandidat wagub, kemudian menang di pilkada. Olehnya, saya meng-ajak seluruh rakyat Totabuan bahkan Sulut untuk mendoa-kan keberhasilan Pak Moko-dongan,’’ seru Landjar.
Sementara itu, adik kan-dung Wahab Mokodongan, Ir Hi Siswa Rachmat Moko-dongan yang kini menjabat Sekda Bolmong turut membe-narkan kabar tersebut. Ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga, tapi juga untuk Bolmong dan Sulut. Tapi kami belum bisa berkata apa-apa selain berdoa, agar harapan dan cita menjadi kenyataan, ucap Mokodongan yang satu ini.(tus)
|
|