HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

17 April 2007

Terkait tagihan pajak Rp 30 miliar
Menkeu Buka-bukaan Soal Kasus Tumewu


Kasus penghentian penyi-dikan pajak atas nama Paulus Tumewu, membuat nama Menteri Keuangan Sri Mul-yani Indrawati terseret-seret. Anehnya, selama dua bulan, Menkeu juga memilih ‘puasa’ bicara. Tapi kini Sri Mulyani tampil ke publik dan buka-bukaan soal kasus Tumewu ini, dalam pertemuannya de-ngan wartawan beberapa pekan lalu. Bagaimana ki-sahnya? 
Menurut Sri Mulyani, dalam kasus ini dia menduga ada tangan-tangan yang sengaja mempolitisasinya. Padahal, kata dia, penghentian kasus pajak Paulus Tumewu murni atas pertimbangan hukum. Lalu bagaimana sebenarnya yang terjadi pada kasus Paulus Tumewu?
‘’Kira-kira background story-nya begini. Nota dinas yang di-bocorkan itu tidak lengkap. Padahal, kalau Anda mendapat bocoran komplet tulisan tangan saya, saya sudah memperta-nyakan, apakah benar prosedur itu harus dilakukan? Makanya, beritanya menjadi tendensius. Saya tahu, beberapa orang tidak suka saya. Nggak apa-apa. Tapi, kalau sudah melakukan hal yang personalize, Anda semua tahu bahwa saya nggak kom-promi dengan masalah inte-grity,’’ kata Sri Mulyani seperti dilansir gatra online, kemarin (16/04).
Sedangkan ditanyai adanya sebuah organisasi yang mela-porkan kasus ini ke KPK, di-sambut positif Sri Mulyani. ‘’Saya seneng sekali. Saya bi-lang sama Pak Erry (Harjapa-mekas, Wakil Ketua KPK), se-gera saja diselidiki. Kalau me-mang di antara yang bertang-gung jawab atas rekomendasi itu, misalnya Pak Kristiadi, Pak Darmin, dan Pak Hadi Purno-mo, dapat sogokan, silakan diinvestigasi. Saya seneng malah. Saya ingin membukti-kan. Mereka boleh melakukan ini pada saya, tapi saya tidak akan mengikuti level permainan yang kayak gitu,’’ katanya.
Lalu benarkah Fadel Muham-mad pernah berkirim surat kepada Anda agar Paulus dibebaskan dari hukuman? ‘’Memang betul. Ada surat juga dari Pak Fadel. Tapi, jika ada surat dari Pak Fadel atau dari siapa pun, apa salahnya? Toh, jika saya serahkan surat per-mohonan termasuk dari pejabat lain, tetapi Jaksa Agung meng-anggap tidak ada gunanya, dia tentu akan menolak surat saya dan kasus Paulus tetap akan diteruskan. Tidak ada sesuatu yang mencegah dia meneruskan kasus itu. So, what’s really the problem? Kalau saya ingin kong-kalikong, ya, saya tidak akan nanya ke orang-orang. Mendi-ngan saya “main” berdua aja dong sama Paulus Tumewu.’’
Sri Mulyani mengatakan, jumlah pajak yang ditagihkan ke Paulus Tumewu, tadinya Rp 30 miliar. ‘’Dia diminta mem-buktikan apakah yang Rp 30 miliar itu semua verified (bisa dibuktikan). Dan dia bisa membuktikan yang ini tidak taxable (tidak bisa dikenai pajak). Sampai kemudian keluar angka Rp 7,9 miliar, dan dia tidak bisa membuktikan. Ini yang kami kejar. Gitu ceritanya. Jadi di luar etika birokrasi, tidak ada yang saya sembunyikan dari teman-teman. Saya tidak ingin mengesankan tidak mau dikritik. Bahkan saya dibilang sebagai antek IMF sudah biasa bagi saya,’’ kata Menkeu. Seperti diketahui, Paulus Tumewu adalah pendiri dari Toko Ramayana. Dia menikah dengan adik Eddy Tansil, buronan korupsi Rp 1,3 triliun yang masih menghilang. Pada tahun 2005, Paulus ditangkap oleh pihak kepolisian karena dituduh tidak membayar pajak pribadi dan kemudian dibe-baskan. (gtr/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin