|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
17 April 2007
|
|
Sexy Dancers Bentuk Kemerosotan Moral
|
SEBAGAI seorang penganut agama Budha, sebenarnya yang kita cari adalah mengkondisikan keadaan pikiran dan tidak menye-sali perbuatan ucapan yang dila-kukan oleh pikiran pada waktu yang sudah terlewati. Hanya de-ngan cara ini kita dapat memiliki pikiran yang mantap untuk mene-ruskan pengembangan ajaran agama Budha. Jika kita selalu menyesali kesalahan-kesalahan kita di masa lalu, memikirkan hal-hal buruk yang telah kita lakukan atau ucapkan, maka kita tidak akan dapat konsentrasi pada ma-sa sekarang. Jika kita mencoba untuk mengerti pikiran orang lain tanpa terlebih dahulu mengerti pi-kiran diri sendiri, kita akan lebih mudah menyimpang dari ajaran Sang Budha dan akan menam-pak menuju jalan kejahatan.
Sikap yang benar dalam mem-pelajari Budha Dharma, seperti yang ditulis situs walubi.or.id adalah dengan melihat pada kenyataan hi-dup sekarang ini. Kita harus tahu dan menilai seberapa besar potensi yang ada dalam diri kita, serta ba-gaimana kita dapat menggunakan-nya untuk menolong mahluk lain.
Jika kita kembali mempelajari Buddha Dharma, sebelumnya kita harus menemukan kembali sifat dasar dan kemampuan kita. Dan janganlah selalu mencari sesuatu yang berada di luar jangkauan kita, yang pada akhirnya menemui ke-gagalan. Beberapa orang telah mengatakan bahwa mereka ingin mempelajari jalan menuju pen-cerahan, tetapi sebaliknya, mereka kehilangan jati dirinya dan me-ngejar kekuatan supranatural ber-lanjut memasuki kerajaan setan. Bukan hanya pikiran mereka yang menjadi kacau, tetapi mereka akan kehilangan kesempatan me-ngembangkan kebijaksanaan.
Maksud dalam mempelajari Budha Dharma adalah mengap-likasikan ajaran Budha dalam realita sehari-hari. Dengan mem-pergunakan metode ajaran Bu-dha sebagai embun pagi yang dapat membersihkan kebodohan dan noda batin pada pikiran kita. Tujuan utama mempelajari agama Budha mengimplementasikan kehidupan yang disia-siakan dan menyadari keterbatasan dalam cinta kasih. Sesuatu hal yang ke-liru apabila berpikir dalam belajar agama Budha untuk mencari kekuatan supranatural.(woi)
|
|