HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

18 April 2007

Seorang Mahasiswa Bantai 33 Orang di Kampusnya


Pembunuhan besar-besaran terjadi di Kampus Virginia Tech, Amerika Serikat, Senin (16/04) waktu setempat. Seorang ma-hasiswa ras Asia bernama Cho Seung-Hui bersama seorang temannya (belum diketahui), dilaporkan membawa senjata otomatis dan melakukan pem-bantaian di dalam kampus. Aki-batnya, sekitar 33 nyawa mela-yang termasuk si penembak tersebut. 
Menurut informasi, pukul 07.15 pagi, di dalam asrama kam-pus telah ditemukan dua mayat seorang wanita dan pria akibat tembakan. Polisi pun telah dihu-bungi. Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Mont-gomery Regional, rumah sakit yang terdekat dari kampus.
Pada pukul 08.00, kelas di-buka. Para mahasiswa pun berdatangan ke kampus. Tapi sebagian besar tidak tahu bahwa telah terjadi insiden pe-nembakan di kampus mereka. Polisi pun mulai mengosong-kan asrama dan mulai mena-nyai para saksi mata. Polisi ke-mudian beranggapan si penem-bak telah pergi meninggalkan kampus.
Tapi pada pukul 09.26, para mahasiswa diberitahu menge-nai penembakan di asrama West Ambler Johnston Hall melalui email yang mengimbau mereka untuk berhati-hati dan menghubungi polisi jika melihat sesuatu yang mencurigakan.
Tiba-tiba pukul 09.30, para mahasiswa di gedung teknik Norris Hall menelepon polisi dan melaporkan bahwa telah terjadi penembakan lagi. Se-orang pria bersenjata mende-kati ruangan kelas dengan membunuh 30 orang sebelum kemudian menembak dirinya sendiri. Menurut saksi mata, pelaku seorang pria Asia dan mengenakan jaket hitam. Sekitar 20 orang terluka, yang sebagian di antaranya serius, dilarikan ke rumah sakit.
“Seorang pria bersenjata ber-keliaran di kampus. Tetap ber-ada di dalam ruangan sampai pemberitahuan selanjutnya. Menjauhlah dari semua jende-la,” demikian bunyi email ke-dua yang dikirim pihak univer-sitas. Pesan serupa disampai-kan melalui beberapa pengeras suara di lingkungan universitas.
Email ketiga mengumumkan bahwa semua kelas ditiadakan dan para mahasiswa diserukan untuk “tetap berada di tempat mereka, mengunci pintu dan menjauh dari jendela.” Dan pada email keempat meng-ingatkan adanya penembakan beruntun dengan banyak kor-ban di Norris Hall. Disebutkan bahwa penembak telah ditang-kap dan polisi sedang membu-ru penembak kedua yang ke-mungkinan berkeliaran. Pintu masuk ke kampus ditutup.
Padahal yang sebenarnya, pe-nembak telah bunuh diri. Na-mun saat itu polisi masih belum yakin bahwa pelaku termasuk di antara korban tewas. Pre-siden Universitas Charles Steiger dan Kepala Kepolisian Kampus Wendell Flinchum kemudian menggelar konferensi pers dan mengatakan bahwa lebih dari 20 orang tewas dalam peristiwa itu. Namun tak lama kemudian, korban jiwa diketa-hui mencapai sedikitnya 33 orang, termasuk pelaku. 
Publik AS pun gempar. Pasal-nya, penembakan brutal itu terjadi di dua daerah berbeda di lingkungan kampus yang luas itu. Pertama di sebuah as-rama. Lalu sekitar dua jam ke-mudian, penembakan mem-babi-buta terjadi di gedung teknik dan sains yang jaraknya sekitar 800 meter dari tempat kejadian pertama. 
Para mahasiswa mengkritik sikap pihak universitas dalam menghadapi situasi genting dalam peristiwa berdarah itu. Sebabnya, usai penembakan pertama, otoritas universitas tidak langsung mengeluarkan peringatan bagi para mahasis-wa mengenai adanya insiden penembakan di lingkungan kampus. Buntutnya, email pe-ringatan memang dikeluarkan namun semuanya sudah ter-lambat. Korban jiwa lainnya keburu berjatuhan.
“Saya sangat marah karena seseorang tewas dalam penem-bakan di sebuah asrama pada pukul 7 pagi dan email pertama mengenai itu tidak menyebut soal penutupan kampus, tak menyebut bahwa kelas ditiada-kan,” kata salah seorang ma-hasiswa Virginia Tech, Jason Piatt kepada CNN. “Mereka cu-ma menyebutkan bahwa mere-ka tengah menyelidiki sebuah penembakan,” ujarnya. “Ini ko-nyol. Apalagi saat mereka me-ngirimkan email itu, 21 orang terbunuh,” cetusnya. Sejauh ini belum diketahui motif pelaku yang belum jelas identitasnya itu. ‘’Yang pasti pelaku adalah salah satu dari mahasiswa di kampus,’’ ungkap seorang petinggi kampus.(cnn/dtc) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin