HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

18 April 2007

Beri Tempat pada Kebenaran 


KURANG lebih lima hari saya mengemban tugas dan keper-cayaan sebagai Pelaksana tugas Rektor Institut Pemerin-tahan Dalam Negeri (IPDN). Sebuah realitas bahwa saya yang berdarah Kawanua di-percayakan memimpin sebuah institusi pendidikan kebanggaan bangsa, yang kini diterpa per-masalahan serius dan tengah menjadi pusat perhatian publik, seiring dengan mencuatnya ka-sus-kasus berbau kekerasan. 
Secara saksama saya mengi-
kuti pernyataan bapak pre-siden, bahwa penunjukkan Plt Rektor IPDN telah melalui pengkajian yang matang, dengan memperlajari curicu-lum vitae dari pejabat yang bersangkutan. Adalah tugas yang yang tidak ringan bagi siapa pun yang dipercayakan memimpin IPDN dalam kon-disi seperti ini.
Di tengah tantangan yang begitu berat untuk mela-kukan perubahan funda-mental di institusi IPDN, di antara harapan yang begitu besar yang diletakkan di pun-dak saya, di saat memerlukan dukungan dari masyarakat Sulawesi Utara, saya terkejut dengan pemberitaan harian Komentar yang memuat state-men seorang anggota DPRD Sulawesi Utara, yang menun-tut saya mundur dari jabatan ini, karena tidak ada gunanya dan dinilai hanya akal-akalan pemerintah pusat untuk membujuk dan meredam ke-marahan warga Sulut akibat kematian Praja Cliff Muntu, yang notabene putra daerah Sulawesi Utara. 
Saya serahkan pernyataan ini pada penilaian masyarakat Sulawesi Utara, apakah opini seperti ini layak digaungkan oleh seorang wakil rakyat? Bagi saya, statemen ini me-rupakan ekspresi dari pola pikir yang dangkal, kerdil dan picik serta dibatasi tembok emosional. 
Sangat riskan, jika kita telah meletakkan “apriori” sebagai kaca mata untuk menakar sesuatu permasalahan dan berani menaburkan opini tanpa menyadari dan menye-lami apa sesungguhnya pro-blematika seputar mutasi Rektor IPDN dengan berbagai pertimbangannya, dan apa misi suci yang seharusnya saya emban di balik penu-gasan ini.
Terlalu sederhana jika kita langsung membuat korelasi dan kesimpulan sempit, hanya karena logika emosi, dan mengalahkan sesuatu yang sebenarnya lebih bernilai mulia, yaitu memberikan dukungan moril untuk mem-percepat penuntasan kasus dan permasalahan yang me-nimpa IPDN.
Sangat berbahaya, jika kita membangun opini berda-sarkan kesan sesaat dan sen-timen primordialisme sempit, apalagi kalau sampai menga-rah pada character assassi-nation (pembunuhan karak-ter). 
Sangat riskan pula, jika ada pihak yang mulai berspe-kulasi dan menakar eksistensi saya dengan selipan opini bahwa saya berniat untuk maju di gelanggang Pilkada Gubernur Sulawesi Utara tahun 2010. 
Saya tidak ingin opini ini berkembang seperti bola liar dan tidak jelas arahnya. Bagi saya pribadi, ke depan Sula-wesi Utara masih sangat layak di Nahkodai oleh sosok seperti Bapak SH Sarudajang, yang komitmen dan pemberian dirinya telah teruji. Persoa-lannya bukan sekadar siapa yang akan menjadi pemimpin nanti, tetapi bagaimana bisa membawa Sulut pada kema-juan yang lebih cepat.
Sejak dulu, memang bukan hal yang baru bagi saya untuk diperhadapkan dengan opini publik, yang terkadang pro atau pun kontra. Meskipun ter-kadang terasa amat menyakit-kan, namun saya berusaha menyikapinya dengan sikap diam dan cooling down, agar tidak memperkeruh suasana. Namun, dalam kondisi ini saya sangat sadar bahwa pembe-ritaan dan opini yang tidak tepat dan menyesatkan, harus diluruskan dengan cara yang lebih elegan dan bijak. 
Dalam kondisi seperti yang saya alami saat ini, bagi saya pertaruhannya bukan lagi sekadar reputasi pribadi, bu-kan kepentingan primordial, tetapi keutuhan nasional, ke-pentingan bangsa dan negara. Saya benar-benar meletakkan pengabdian ini bukan pada kemampuan pribadi tetapi pada keyakinan bahwa kebe-naran selalu tampil sebagai pemenang. 
Saya memohon dukungan dan topangan doa dan ide serta saran konstruktif untuk memberi solusi. Kita harus te-rus menampilkan pola dan konsep hidup saling memanu-siakan dan saling memajukan yang sebenarnya merupakan akar kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara. Mari kita kedepankan pemikiran yang jernih di setiap permasalahan, agar terbuka lebar jalan menu-ju penyelesaiannya.(*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin