|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
18 April 2007
|
|
Mamuaja: Jangan dulu bicara target lulusan
Siswa: Soal Pra-Unas Lalu Masih Lebih Sulit
|
Soal Ujian Nasional (Unas) di tingkat SMA/SMK pada hari pertama kemarin (17/04), materinya tentang pelajaran Bahasa Indonesia. Menurut sejumlah peserta Unas yang ditemui koran ini seusai ujian, soalnya rada gampang, apa-lagi jika dibandingkan dengan soal Pra-Unas lalu.
“Justru lebih sulit saat Pra- Unas,” ungkap Revlein Langow siswi SMK Nusantara. Senada disampaikan Wiwid Hulima, Siswi SMKN 3 Manado. Menu-rutnya soal yang sulit hanya soal majas. “Yang agak sulit soal majas-majas. Itu lah yang saya anggap sulit. Tetapi kalau dibandingkan dengan soal Pra-Unas, justru Pra- Unas lebih sulit,” akunya.
Oleh sebab itu, terobosan pelaksanaan Unas lalu dinilai cukup menolong bagi para siswa menghadapi Unas sesungguhnya. ‘’Memang Pra-Unas lalu sangat menolong kita,’’ aku Rommy, peserta Unas lainnya. Sementara pe-laksanaan Unas se-Sulut sendiri berjalan lancar ke-marin.
Sedangkan Plt Sekprop Sulut, Drs Robby Mamuaja se-usai membuka lembaran naskah perdana di SMAN 3 Manado, saat diwawancarai, mengatakan saat ini belum tepat jika bicara soal target lulusan.
“Saya pikir terlalu dini jika saat ini kita terlalu fokus pada pembicaraan target lulusan, sebab masih ada hari kedua dan ketiga, juga ujian susulan bagi mereka yang berhalangan mengikuti ujian nasional uta-ma,” kata Mamuaja.
Tapi menurutnya, tentunya semua masyarakat Sulut dan pemerintah sangat mengingin-kan siswa Sulut mampu me-ngukir prestasi kembali pada Unas tahun ajaran 2006/2007 ini sebagaimana dicapai pada Unas 2005/2006 lalu.
“Rasanya tidak muluk-mu-luk jika siswa Sulut mampu mempertahankan predikat terbaik baik dari sisi kualitas lulusan dan kuantitas lulu-san. Itu saja harapan kami se-bagai pemerintah. Soal bera-pa persen nanti, tentunya kemampuan siswa tahun kemarin dan tahun ini ber-beda, jadi kita tunggu saja hasil pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer Ujian Nasional ini,” jelasnya.
Mamuaja yang didampingi Wakadis Diknas Sulut Drs Arnold Poli SH, Kakan-wildepag Sulut Drs Halil Do-mu dan Pengawas dari Dep-diknas Dra H Makapia serta Tim Pemantau Independen (TPI) Unas mengatakan, pro-ses pelaksanaan Unas hari pertama ini berjalan lancar dan sangat baik.
Sebelum pelaksanaan Unas para pengawas sudah ber-kumpul di ruangan sekre-tariat. Naskah Unas pun masih terkunci rapi di lemari ruang kepala sekolah di jaga tiga aparat kepolisian di depan ruang tersebut. Sekitar pukul 07.30, naskah itu dikeluarkan Kepala SMAN 3 Manado, Drs H Piri disaksikan TPI Unas dan Dra H Makapia dari Depdiknas. Lembar naskah masih dalam keadaan tertutup rapi diikat tali. Se-lanjutnya diantar ke ruang pengawas.
Tepat pukul 08.00 WITA, di ruang III Unas Mamuaja menggunting sampul pertama pertanda simbolis Unas akan dimulai. Ternyata dalam sam-pul pertama tersebut berisi-kan dua sampul lagi yang tertutup rapi dengan model A dan B yang nantinya dibagi-kan kepada siswa. Dalam satu ruangan soal model A dan B isinya berbeda. “Jadi siswa yang duduk berdekatan tidak akan saling bertanya karena soalnya berbeda,” jelas Poli.
Usai membuka simbolis naskah Unas di SMAN 3 Ma-nado, Mamuaja dan rombo-ngan menuju Madrasah Aliyah Negeri Model Manado. Di sana, rombongan hanya melihat dari sela-sela kaca jendela, karena Unas sudah dimulai. Begitu juga di SMK 3 Manado. Dari pematauan Komentar koordinasi TPI Unas, pengawas dan sekolah penyelenggara dan aparat kepolisian sangat baik, sehingga Unas hari pertama berjalan lancar dan baik. “Ka-mi harapkan ini terus terbawa hingga Unas utama selesai,” tandas Poli.
Di Kota Tomohon, Wakil Gu-bernur Sulut, Freddy H Sua-lang didampingi Kadis Diknas Sulut, Drs Alvius Lomban Msi dan Walikota Tomohon Jef-ferson SM Rumajar meman-tau pelaksanaan Unas di SMA Lokon, SMA Kristen 1, SMA Kristen Binsus dan SMA Ne-geri Tomohon.
Sualang dan rombongan yang tiba pukul 7.50 WITA di SMU Lokon dan membuka amplop berisi naskah Unas pukul 8.00 WITA, hal ini di-lakukan serentak di seluruh Indonesia. “Kerahasiaan do-kumen Unas merupakan ra-hasia negara yang mengan-dung perlindungan hukum,” kata Kadis Diknas Kota To-mohon, Ventje Goni SH yang turut hadir dalam peman-tauan tersebut.
Di SMA Kristen Binsus, wakil gubernur mengatakan, prestasi Unas yang dicapai tahun 2006 lalu oleh Sulut, harus diakui Kota Tomohon telah memberikan sumbang-sih terbesar, dengan berada di peringkat pertama, “Prestasi Kota Tomohon harus diper-tahankan, atau kalau bisa lebih ditingkatkan, karena tahun 2006 lalu, Kota Tomo-hon berada di peringkat per-tama hasil Unas se-Sulut,” ujar Sualang.
Sementara itu, saat peman-tauan ditemukan seorang siswa dari total 1457 orang ternyata tidak dapat mengi-kuti Unas. Hal ini disebabkan yang bersangkutan terikat dengan sebuah kegiatan di-luar sekolah, “Nama anak siswa tersebut Stevano Andrie Wowiling, dia adalah anak kelas tiga di SMA Kristen To-mohon. Dia sedang mengikuti Indonesian Idol membawa nama Sulut,” jelas Goni ke-pada rombongan.
Sebelum menuju Sonder, Minahasa, Lomban menya-takan pelaksanaan Unas di hari pertama di Kota Tomohon sukses dan berjalan lancar, “Saya senang Unas di kota ini berjalan lancar dan aman. Untuk temuan satu orang sis-wa tersebut, tetap harus me-ngikuti prosedur yang ber-laku. Oleh Depdiknas telah ditegaskan bahwa, yang tidak lulus Unas kali ini harus mengikutinya tahun depan, tidak ada ujian susulan ke-cuali siswa tersebut sakit. Ada juga ujian penyetaraan paket A, B dan C yang sudah ber-jalan lama, bisa diambil opsi tersebut,” kuncinya.
Menurut informasi yang di-peroleh pengumuman Unas nanti disampaikan 16 Juni 2007 mendatang. Untuk dinya-takan lulus, siswa harus mem-peroleh nilai rata-rata 5,00 de-ngan nilai minimal 4,26. Siswa boleh mendapat nilai 4,00 dengan catatan, nilai dua mata pelajaran lain 6,00.(irv/bov)
|
|