CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

18 April 2007

Triwulan pertama tahun 2007
Pertumbuhan Ekonomi Sulut Menggembirakan

 

 IKUTI BERITA LAIN

Fungsi Intermediasi Perbankan Sulut Berjalan Baik
Wheel of Fortune Telkomsel & Hypermart

Pertumbuhan ekonomi Sulut untuk triwulan pertama tahun 2007 ini, cukup menggembirakan. Hal itu bisa dilihat dari laju pertumbuhan yang mencapai 5,5 persen untuk Year on Year (YoY). 

Menurut Pemimpin Bank Indonesia Manado, Jeffrey Kairupan faktor-faktor pendo-rong percepatan laju pertum-buhan terutama disumbang-kan oleh kegiatan konsumsi swasta dan pengeluaran pemerintah.
“Namun angka 5,52 persen ini sangat menggembirakan, karena biasanya pertumbu-han ekonomi pada triwulan pertama tidak setinggi itu, namun kita bisa mencapai posisi tersebut. Ini menggam-barkan bahwa target nasional sebesar enam persen bisa kita lampaui,” kata Kairupan.
Juga, lanjut Kairupan, didukung oleh perbaikan kinerja investasi yang tercer-min dari nilai Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) ser-ta kinerja perdagangan yang ditunjukkan oleh mening-katnya nilai selisih perdaga-ngan ekspor dan impor.
Meski demikian, lanjut Kai-rupam, secara umum tingkat ketergantungan Sulut terha-dap daerah/ negara lain, ma-sih cukup tinggi. Dan secara sektoral, pertanian, perdaga-ngan hotel dan restoran serta sektor bangunan, masih me-rupakan lokomotif pertumbu-han ekonomi.
Sementara itu, Kepala Biro Riset Ekonomi BI, Wijoyo San-toso menandaskan, perekono-mian nasional sudah berada pada jalur yang benar. Hanya saja menurutnya, kecepatan-nya belum optimal.
Lebih lanjut dikatakannya, resiko dan ketidakpastian pe-rekonomian ke depan, cende-rung meningkat sehingga dapat mempengaruhi penca-paian sasaran inflasi dan pra-kiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2007/2008.
Menurutnya, resiko pertum-buhan ekonomi tahun 2007 terutama terkait dengan be-lum kuatnya respon sisi pe-nawaran karena kendala mikrostruktural, di samping investasi swasta yang masih terbatas dan peningkatan konsumsi yang belum kuat.
“Belum kuatnya respon pe-nawaran dapat mengakibat-kan kesenjangan output mulai posisi 2008 dan berpotensi meningkatkan tekanan inflasi ke depan,” kata Santoso diha-dapan peserta seminar evalu-asi perkembangan ekonomi terkini, prospek perekono-mian tahun 2007 dan arah kebijakan moneter serta presentasi hasil-hasil riset BI, Selasa (17/04) kemarin di kantor BI.(ami

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin