|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
18 April 2007
|
|
Dekot nilai berjalan baik, minta waspadai dua jam pascapengumpulan LJK
Sekkot: Jangan Ada Rekayasa Nilai Unas
|
Sekkot Manado Ir GSV Lumen-tut MSi meminta sekolah tak merekayasa nilai unas siswa. Pasalnya ada kecenderungan sekolah ingin semua siswa lulus, agar prestise sekolah naik. Sementara itu, DPRD Ko-ta Manado mengingatkan para pengawas untuk mewaspadai dua jam setelah Lembar Jawab-an Komputer (LJK) dikumpul, karena rawan terjadi mani-pulasi.
Saat melakukan peninjauan pelaksanaan Unas di sejumlah sekolah, Selasa (17/04) kema-rin, Lumentut mengungkapkan harapannya agar semua siswa SMA/SMK sederajat yang ada di Manado mencapai standar nilai kelulusan. Namun demikian ia mengingatkan hal itu harus dicapai lewat cara-cara yang murni, tanpa ada kecurangan dari pihak sekolah. “Jangan sekali-kali sekolah melakukan rekayasa untuk mendongkrak nilai unas siswa. Biarlah diberi nilai sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Karena kami pasti akan melakukan penyelidikan, jika terindikasi adanya rekayasa nilai,” tegas Lumentut.
Ditambahkannya, pemkot akan memberi penghargaan bagi siswa yang meraih nilai sem-purna. “Seperti tahun lalu, wa-likota akan memberikan peng-hargaan dalam bentuk piagam atau materi, kepada siswa yang berhasil mencapai nilai 10 dalam unas kali ini,” imbuhnya.
Sementara itu Kepsek SMAN 2 Drs Daniel Roring mengung-kapkan peserta ujian di seko-lahnya mencapai 274 orang. Yang terdiri 122 dari jurusan IPA, 117 jurusan IPS dan 35 dari jurusan Bahasa. “Kami sudah mempersiapkan murid sejak Januari. Di mana mereka diberi tambahan jam belajar dari pukul 14 hingga 16. Mereka diberi pe-ngayaan atau remedial khusus-nya untuk mata pelajaran yang diujiankan,” tuturnya.
Sedangkan sebanyak 413 peserta unas berjibaku di SMKN 2. Mereka terdiri dari 326 murid sekolah tersebut dari delapan jurusan. Ditambah dengan 87 siswa dari SMK swasta yakni SMK Maranatha, SM Pelayaran Purna Bahari, SMK Alkhairaat, dan SMK Parnaraya. “Soal pe-serta yang tak hadir, kami baru akan kalkulasi karena absen sedang dijalankan,” tukas Kep-sek Dra Deysie Lumowa usai menyambut sekkot.
Sementara itu, pelaksanaan Unas di SMA I Manado, dibuka Rektor Unsrat Manado, Prof Dr Ir LW Sondakh MEc tepat pukul 08.00 WITA. Di SMU I Manado, pelaksanaan Unas ditinjau langsung Kepala Dinas Diknas Manado, Drs Karel R Poluan, Kabag tata usaha Elsye Rogi SPd. Dari SMA 1 rombongan menuju SMK 1 yang letaknya di samping SMA 1, yang kemudian dilan-jutkan ke SMA Rex Mundi.
Selanjutnya, rombongan menuju SMK Yapim yang ada di kampung Arab. Di sekolah ini, dari 111 siswa yang terdaftar, ada 3 yang tidak mengikuti ujian ha-ri pertama di sekolah ini. “Satu siswa sakit dan yang 2 siswa tidak ada berita. Ketiga siswa ini tinggal di pulau Nain,” tutur Ke-pala Sekolah SMK Yapim, Drs H Abdul Latief S Pani. Di SMA YPKM, dari 177 siswa yang ter-daftar mengikuti Unas, ada 5 orang yang tidak mengikuti ujian.
Sementara itu kalangan DPRD Manado menilai, secara umum pelaksanaan Unas di Manado pada hari pertama telah berja-lan baik, khususnya dalam hal kerahasiaan soal dan ketera-turan pelaksanaan. “Kita tentu hal ini dapat dipertahankan se-terusnya sampai Unas selesai,” kata Ketua Komisi D, Amir Liputo, yang didampingi dr Frans Walangitan, Agustien Kambey, Ronald Mapaliey, Maskul Katili, dan beberapa anggota Komisi C yang juga melakukan peman-tauan.
Hanya saja, Liputo meminta khususnya kepada para penga-was, untuk mewaspadai dua jam pasca LJK dikumpulkan. “Kan ada masa paling lambat dua jam sebelum LJK dibawa ke Diknas.
Itu rawan dipergunakan un-tuk memperbaiki hasil kerja anak didik. Itu yang harus diwaspadai supaya tidak sampai dimanfaatkan melaku-kan parktek tak terpuji,” tukasnya.(win/ftj)
|
|