|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Panggung Politik |
18 April 2007
|
|
Ir Verna Walukow
Merangsang Rakyat Merancang Pembangunan
|
POSTUR tubuhnya sekilas terkesan seperti ‘orang kebanyakan’. Tapi, kemampuannya ‘mentransfer secara praktis’ seluk-beluk perencanaan pembangunan daerah terbilang fasih. Dia, Ir Verna Walukow (begitu nama lengkapnya), memang bukan ‘orang baru’ di lingkungan institusi pemerintahan daerah Sulut yang bertanggung jawab atas perencanaan. Tapi, lebih dari itu, keseriusan dan fighting spirit-nya melaksanakan tugas yang diemban jelas patut diacungi jempol.
Performance seperti itu me-nyembul kental, pekan lalu, kala Ir Verna Walukow, memandu se-buah kegiatan yang sangat sra-tegis: Forum Satuan Kerja Perang-kat Daerah (SKPD) Propinsi Sulut. Di depan berbagai elemen peme-rintahan, tokoh masyarakat serta sederet kaum aka-demisi, dia sama se-kali tak terlihat canggung, meski saat mengurai be-berapa aspek men-dasar seputar pe-rencanaan pem-bangunan daerah, sesekali dia me-nyisipkan kalimat ‘merendah’ pertanda tak ingin terlihat ‘laksana jawara’ tanpa tanding.
Secara faktual-yuridis, wajarnya Pak Verna (begitu panggilan ak-rabnya) mesti ‘tampil cukup do-minan’ karena forum itu sendiri memang dipercayakan ke-padanya selaku Ketua Panitia Pelaksana. Pe-nunjukannya ter-tuang dalam Kepu-tusan Kepala Ba-dan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi Sulut No-mor 050/BA-PPEDA/10/2007 yang ditandatangani langsung Ir Alex J Wowor, MSi. Me-ngingat waktu itu (Jumat, 13 April 2007), Ketua Bappeda sedang bertugas ke luar daerah bersama Gubernur Sulut, jadilah Ir Verna Walukow, harus mampu tampil all out di tengah banyak elemen birokrasi, tokoh masyarakat dan kaum intelek-tual.
Forum itu sendiri, meski hake-katnya serius, namun (saat mem-buka dan menjelasakan berbagai hal mendasar seputar kegiatan tersebut) Verna terkesan ber-upaya tak menjadikan seluruh rangkaian kegiatan sarat nuansa ‘kening berkerut’. “Ya, memang ini merupakan kegiatan strategis, namun perlu suasana yang segar agar semua yang terkait forum SKPD juga dapat menyampaikan buah pikirannya secara segar dan benar-benar dibutuhkan oleh daerah ini,” katanya kala berbin-cang-bincang dengan Komentar di sela kegatan yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Bappeda Sulut.
Implikasinya, jadilah diskusi dan pembahasan yang berlangsung selama sekian jam itu tetap hangat dan serius. Betapa tidak, yang dibahas bukan hal sepele: me-nyiapkan konsep makro Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Propinsi Sulut tahun 2008. “Bappeda Su-lut sendiri sudah menyiapkan rancangan awal RKPD yang memuat banyak hal, seperti kerangka pembangu-nan ekonomi makro, prioritas pem-bangunan, termasuk program, kegiatan prioritas dan pagu indi-katif masing-masing Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) tahun 2007, sebagai bagian RKPD Sulut 2005-2010,” jelasnya.
Forum SKPD Sulut sendiri, me-nurutnya, pada gilirannya diarah-kan guna ‘memantapkan’ kesia-pan seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat dalam merancang dan melaksanakan program pembangunan setahun ke depan. “Itu sebabnya, forum juga melibatkan banyak unsur dalam pemerintahan dan masya-rakat, sekaligus dimaksudkan sebagai refleksi perencanaan dengan menganut filosofi bottom up dan prinsip partisipatif,” urai pria yang sudah 30 tahun me-ngabdi di Bappeda Sulut (sejak 1977) ini.
“Lewat Forum SKPD juga diha-rapkan tercapai koordinasi dan harmonisasi kerja maupun kiner-ja antara pemerintah propinsi dan seluruh pemerintahan kabu-paten/kota di daerah kita,” tam-bah Verna yang sudah sekian banyak mendapat kesempatan mengikuti berbagai program terkait perencanaan pembangu-nan. “Selain itu, lewat Forum SKPD diharapkan tercipta ke-seimbangan serta distribusi pro-gram pembangunan secara bijak-sana dan proporsional, sesuai kebutuhan prioritas setiap dae-rah,” tukasnya.
Contohnya, tahun 1979, dia me-ngikuti Program Perencanaan Pembangunan Nasional yang di-adakan atas kerjasama Bank Du-nia, Bappenas dan Universitas Indonesia. Selanjutnya, dia ikut Training of Trainer ‘Water User Assosiation’/P3A di Filipina dan Farming Assosiation di Taiwan tahun 1995. Verna juga memim-pin Program Pembangunan Regio-nal Sulawesi yang merupakan kegiatan atas bantuan CIDA, Ka-nada, tahun 1990-1995 serta me-mimpin Program Bantuan ADB (Asian Development Bank), yang antara lain berupa pembangunan gedung Bappeda sekarang. Jabatan formalnya sendiri seka-rang adalah Kepala Bidang Eko-nomi Keuangan Bappeda Sulut dan juga dipercayakan selaku Koordinator Penyusunan Program Proyek 2008.
Tindak lanjut kegiatan itu, pada penghujung pekan ini, akan digelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Propinsi (Musrem-bangprop) Sulut. Kegiatan itu, direncanakan dibuka Gubernur atau Wakil Gubernur Sulut, serta sambutan/pengarahan dari menteri. Dalam kesempatan itu, setiap kepala daerah (kabupaten/kota di Sulut) juga bakal menyam-paikan rencana kerja pemerinta-han daerahnya. “Hasilnya akan disinkronkan sehingga benar-be-nar memberi arti bagi kemajuan daerah,” tandasnya.
Untuk itu, aku Verna, jajaran Bappeda Sulut sendiri di bawah pimpinan Kepala, Ir Alex J Wowor, MSi, sampai kini terus melakukan pemantapan dengan kerja secara marathon dan all out agar hasil akhirnya nanti benar-benar seperti diharapkan. “Kita memang mesti menyiapkan RKPD Sulut 2008 secara matang karena sasa-ran dan out put-nya juga untuk kepentingan rakyat dan daerah pada umumnya,” tandas Verna.
Ditambahkan, pihaknya sendiri sangat bersyukur karena tingkat partisipasi masyarakat dalam proses dan rangkaian kegiatan terkait Forum SKPD (baik propinsi maupun di Kabupaten/Kota) terbilang memuaskan. “Ini me-mang dinamika dan aktualisasi dari semangat reformasi yang se-karang memberi warna dan gai-rah baru dalam kehidupan ber-bangsa dan bernegara, termasuk dari sisi perencanaan pembangu-nan. Makanya, kita harapkan iklim ini akan makin memperkaya program pembangunan daerah,” ujarnya. Semoga!(landy wowor)
|
|