|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
18 April 2007
|
|
Meski Sulit, LJK Harus Diisi
|
“Jangan biarkan lembar jawaban komputer (LJK) Ujian Nasional ada yang tidak terisi.” Demikian dikatakan Anggota DPRD Sulut Komisi D Inggried Sondakh kepada Komentar Selasa (1/04) di sela-sela pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional.
“Meski itu salah, jangan sampai ada soal yang tidak di jawab dan akhirnya lembar jawaban komputer itu ada yang kosong. Siapa tahu hasil analisa Anda sebagai siswa itu benar. Tapi karena terburu-buru akhirnya membiarkan LJK itu ada yang kosong padahal harus dijawab,” kata Inggried.
Menurutnya, metode pelaksanaan Ujian Nasional sudah sangat baik. “Dengan pola soal berbeda dan diacak nomornya dalam satu ruangan, ini membuktikan pemerintah sangat serius menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Ujian Nasional ini setidaknya merupakan salah satu pola untuk mengukur standar kualitas mutu pendidikan,” tukas Inggried.
Menurutnya, dengan pola soal berbeda dalam satu ruangan, ini setidaknya menjawab keragu-ragua masyarakat atas kualitas pendidikan. “Biasanya ada yang bilang dorang kwa ada baku tanya. Nah dengan pola ini hal itu terbantah sudah. Soal berbeda dalam satu ruang membuat siswa serius dengan LJK nya dan tidak ada kesempatan untuk curi-curi kesempatan saling tanya,” tukasnya.
Hal ini dikuatkan Wakadis Diknas Sulut Drs Arnold Poli SH. Menurutnya, salah atau benar jangan biarkan LJK itu kosong. “Bukannya kita mengajar siswa berspekulasi, tapi saat membaca soal pasti nalar sudah jalan. Apa yang dirasa benar sesuai analisa jawab saja,” tukasnya.
Sementara soal pelaksanaan Unas hari pertama ini menurutnya sudah sangat baik. “Hasil pantauan, pelaksanaan Ujian Nasional sudah sangat baik,” pungkasnya.(irv)
|
|