HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

19 April 2007

WNI yang tewas mahasiswa cerdas
Cho Bantai 32 Orang Akibat Dipicu Cemburu


Cemburu bisa membuat orang kalap mata dan melakukan tindakan yang sadis. Itu juga yang dialami Cho Seung-Hui, mahasiswa asal Korsel yang melakukan pembantaian terhadap 32 mahasiswa dan dosen di Kampus Virginia Tech. 
Aksi brutal Cho sendiri di-mulai dengan membunuh mantan pacarnya, Emily Jane Hilscher. Gadis itu ditem-baknya di asrama kampus karena cemburu. Sekitar dua jam lebih kemudian, pria ber-senjata itu menembaki orang-orang lainnya di Kampus Virginia Tech. Akibatnya, 32 nyawa melayang. Cho me-mang pernah jatuh hati pada Emily. “Tapi pacarnya itu meng-khianati dirinya dan dia memu-tuskan untuk mengamuk,” kata Karina Porushkevich, te-man Emily seperti dilansir He-rald, Rabu (18/04). 
Mahasiswa lainnya meng-ungkapkan, Cho dan Emily sempat bertengkar hebat se-belum Cho menembak perem-puan itu hingga tewas. 
Cho juga dikenal sebagai pria pendiam dan penyendiri. Keluarga pemuda Korsel itu ternyata pindah ke AS karena bosan hidup miskin di negara asalnya. Sewaktu di Korsel, keluarga Cho tinggal di ping-giran Seoul. Mereka tinggal di sebuah apartemen bawah ta-nah yang disewakan, biasa-nya merupakan bagian ter-murah dari sebuah gedung. 
Demikian diungkapkan pe-milik gedung Lim Bong-ae ke-pada Chosun Ilbo, koran terbe-sar Korsel. “Saya tidak tahu apa pekerjaan ayah Cho. Na-mun mereka hidup miskin,” kata Lim. “Saat akan pindah, ayah Cho berujar mereka akan pergi ke Amerika karena susah hidup di sini dan lebih baik tinggal di tempat di mana dia tidak dikenal,” tutur Lim.
Cho dan keluarganya tiba di AS pada tahun 1992. Cho di-besarkan di pinggiran Washing-ton, D.C. Saat itu ayah dan ibu-nya bekerja di sebuah usaha laundry. Perlahan tapi pasti kehidupan keluarga Cho mulai membaik. Hingga akhirnya keluarga itu pindah dan mene-tap di Centreville, Virginia. Di sanalah keluarga Cho mem-buka bisnis laundry yang terus berjalan hingga kini.
Cho yang berusia 23 tahun sedang menempuh studi bahasa Inggris di Universitas Virginia Tech, tempat dirinya menabur maut dengan me-newaskan 32 orang. Setelah menembaki korban-kor-bannya secara membabi-buta, pria muda itu pun menghabisi nyawanya sendiri. 
Salah satu korban tewas di-tembak Cho adalah mahasiswa S3 asal Indonesia, bernama Par-tahi Mamora Halomoan Lum-bantoruan (34). Partahi adalah mahasiswa yang cerdas. Sewak-tu studi S1 dan S2, Partahi memperoleh cumlaude. “Waktu lulus S1, saya dengar dia cum laude, dan saya dengar waktu S2 juga cumlaude,” ungkap Fajar, rekan Partahi.(hrl/afp)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin