|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
19 April 2007
|
|
Terpidana menggunakan alamat palsu
Tim Kejati Gagal Dapatkan Lumintang-Montong di Jakarta
|
Tim Kejati Sulut yang dibe-rangkatkan ke Jakarta sela-ma lima hari, gagal menda-patkan dua terpidana kasus Dana Kredit Cengkih (DKC), Joppy Lumintang dan Hesky Montong. Menurut Kasi Pen-kum dan Humas Kejati Sulut, Reinhard Tololiu SH kepada wartawan Rabu (18/04) ke-marin, sejumlah tempat telah didatangi tim, di antaranya RS Triadipa Cikini Jakarta Pusat dan Klinik Mekar Sari Medika Cibubur Jakarta Timur.
Menariknya, dalam kunju-ngan ke kedua rumah sakit tersebut, diperoleh fakta bah-wa Lumintang menggunakan alamat palsu dalam data pa-sien yang ada pada dr Har-yani. Di situ alamat tinggal Lumintang di Jakarta adalah Tebet Timur Dalam I. Namun saat penyidik yang terdiri dari Eduard Theorupun SH dan Pieter Sahanaya SH meme-riksa alamat tersebut, pemilik rumah bertingkat dua itu me-ngaku orang asli Jakarta dan sama sekali tidak mengenal Lumintang.
Di sisi lain, berdasarkan pe-ngakuan dokter juga, ternyata Lumintang sama sekali tidak dirawat inap terkait penya-kitnya yang dikatakan sudah kronis. “Tapi dia hanya hanya mendapat rawat jalan saja, itu pun di tempat praktek dokter dan bukannya di rumah sakit seperti yang disampaikan dalam surat yang dikirimkan ke Kejari Manado beberapa waktu lalu,” tukas Tololiu.
Sementara itu mengenai Montong, kata Tololiu, lagi-lagi ada kesan pengkaburan alamat. Pasalnya keterangan dari dr Kesuma Edi di tempat prakteknya (bukan di Klinik Mekar Sari Medika), Montong mengaku tinggal di rumah Keluarga Kolonel Dolvie Ron-donuwu, di Jalan Mekar Sari Raya nomor 8 Cibubur. “Me-nurut pengakuan orang di ru-mah tersebut kepada tim Ke-jati, Montong sudah kembali ke Manado tiga hari yang lalu,” je-las juru bicara Kajati Sulut ini.
Fakta ini, kata Tololiu, mem-berikan pegangan bagi Kejati Sulut bahwa kedua terpidana memang tidak mau meme-nuhi panggilan mereka untuk menjalankan putusan Mah-kamah Agung (MA). “Sedang-kan alamat yang diberikan saja sudah palsu, bagaimana kita mau percaya lagi soal penyakit yang mereka derita. Kalau hanya dirawat jalan, berarti kan penyakit mereka tidak parah. Jadi sekarang ini di mana pun kami dapat in-formasi keberadaan mereka, pasti akan kami tangkap,” tegasnya lagi.
Sementara itu salah satu anak Hesky Montong, Rillya Montong yang berhasil dihubungi Komentar via te-lepon semalam menyatakan saat ini belum tahu pasti di-mana ayahnya berada. “Se-tahu saya masih di Jakarta untuk berobat, tapi kalau ada yang bilang sudah ke Manado lagi, saya tidak tahu. Saya tinggal di Manado sementara papa dan mama di Kombi, lagi-pula saya sudah tidak pernah berkomunikasi dengan papa,” ujarnya singkat.
Di lain pihak keluarga mau-pun beberapa orang dekat Lu-mintang tidak mau berbicara sepatah kata pun soal terse-but. Rumah Lumintang yang terakhir kali diketahui sebagai tempat tinggalnya di Kelura-han Kleak tampak selalu sunyi dan seperti tidak dihuni meski pada malam hari terlihat te-rang benderang dan ada orang yang terlihat menjaganya.(gra)
|
|