CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Mimbar dan Keagamaan 

19 April 2007

Sikapi hasil Unas Tokoh Agama Ajak Siswa Topang dengan Doa

 

 IKUTI BERITA LAIN

Pembina Perkawinan Katolik Ikut Orientasi

Pembekalan Pokja Wilayah Tomohon Tiga

Lintas Berita Mimbar

Ketentuan untuk lolos bagi peserta Ujian Nasional (Unas) tahun ini tentunya jauh lebih sulit dibanding tahun sebelumnya. Di mana, ketentuan Skala Standart Kelulusan sebelumnya 4, 25 tahun ini naik 5,00. Menyikapi ini, tokoh agama mengimbau sekaligus mengajak seluruh siswa agar tidak lupa memanjatkan doa dalam pelaksanaan ujian serta mengharapkan sistem penilaian jujur, adil dan murni.
Ajakan ini datang dari Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado Pastor Fred Tawa-luyan. Rabu (17/04) ia mengatakan, mes-kipun hari-hari me-negangkan itu akan berakhir hari ini, namun katanya tidak ada sa-lahnya jika sambil menunggu hasil Unas, siswa harus ba-nyak berdoa. Karena, saat-sa-at inilah, biasanya siswa ba-nyak dihingapi rasa ketakut-an, cemas, gelisah dan was-was dengan pengumuman hasil kelulusan.
“Namun yang penting, selu-ruh orangtua, masyarakat dan peserta Unas mengharapkan sistem penilaian yang murni. Artinya, tidak ada kebocoran soal, ma-nipulasi jual beli nilai, serta tindak kecurangan lain-nya,” katanya sem-bari menambahkan untuk meningkat-kan mutu pendidik-an kita harus dicipta-kan bentuk-bentuk kejujuran dan keadilan. 
Ia mengatakan, semua harus belajar darinya. Siswa yag tak jujur akan sangat gelisah. Sekolah (kepsek) yang tak siap akan sangat cemas. Pemerin-tah yang tak realistis akan was-was dan mencari kam-bing hitam.
“Tapi kalau kita mau me-ningkatkan mutu pendidikan, maka harus realistis, siap dan jujur terhadap hasil ujian na-sional ini. evaluasi ini menjadi kesempatan kita mengeva-luasi kinerja komunitas pen-didikan. Jangan saling mem-permasalahkan kalau nanti mengalami kegagalan.Bagi para siswa, terimalah realita yang berhasil jangan som-bong, yang gagal jangan putus asa,” ucapnya sambil meng-ingatkan.
Dan bagi para guru/seko-lah lanjutnya, dituntut un-tuk lebih serius mengguna-kan pelbagai cara didaktid dan metodis untuk program pem-belajaran yang tepat. Profesio-nalisme guru perlu ditingkat-kan. Bagi Diknas atau peme-rintah hendaknya meran-cang sistem pendidikan yang tepat. Pejabat pendidikan hendaknya sungguh-sung-guh profesional yang me-nguasai bidangnya, bukan demi kepentingan proposal proyek-proyek atau demi ke-pentingan politik. Yang pa-ling rusak kalau pendidikan dipolitisi seperti suasana pendidikan kita saat ini.(aan

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin