|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk -Minut |
19 April 2007
|
|
Administrasi 112 Desa dan Enam Kelurahan Dinilai Asal Jadi
|
Rata-rata pengerjaan administrasi di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Minut ternyata hanya dikerjakan secara asal-asalan. Hal ini menandakan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada belum mampu mengerjakan hal-hal yang mendasar namun penting.
Sebab, jika salah mengisi data saja, maka dampaknya akan berlanjut hingga di kabupaten. Dikatakan Kepala Banwas Mi-nut, Dra Marieke Dengah, ke-nyataan ini terungkap ketika di-rinya melakukan pengawasan re-gular, selang bulan April berjalan ini. Dan betapa terkejutnya, ketika tim yang turun melakukan pemeriksaan administrasi ternyata rata-rata mengalami kekurangan.
“Dalam melakukan pemeriksa-an di 112 desa dan enam kelurahan yang tersebar di sembilan kecamatan, ternyata berdasarkan hasil evaluasi yang ada hasil pemeriksaan sangat memprihatinkan. Bayangkan, sampai saat ini yang namanya administrasi masih amburadul. Makanya tidak heran, aparat yang ada sering me-laporkan data-data yang salah ke pem-kab,” kata Dengah.
Selain tidak cermat dalam me-ngolah data, Dengah juga me-ngatakan bahwa rata-rata baik desa maupun kelurahan kurang paham, mengenai pentingnya suatu administrasi. Padahal, untuk mencatat, lahir, kawin dan mati itu kan tidak sulit. Tetapi kenapa hal-hal yang mendasar seperti ini tidak dapat dikerjakan.
“Kalau yang seperti ini saja sudah tidak mampu melakukan-nya, maka dapat dipastikan ba-gaimana suatu desa dapat mem-buat laporan letak geografis mau-pun data-data lainnya tentang perkembangan desa. Pasti makin semrawut,” tukasnya kembali.
Selanjutnya, agar hal ini tidak terulang kembali, Dengah me-ngatakan perlu ditempuh suatu solusi. Antara lain dengan me-ngadakan lomba desa, yang di dalamnya terdapat penilaian ten-tang pengerjaan administrasi.
“Laporan pengawasan dan pemeriksaan desa dan kelurahan ini kan sudah rampung dan tinggal kita laporkan pada bupati dan wabub. Makanya dalam ke-sempatan tersebut, akan kita usulkan agar pemkab dapat me-laksanakan lomba desa. Kegiatan ini kita rasa berdampak positif. Terutama dapat melatih aparatur desa dalam mengerjakan ad-ministrasi,” kuncinya.(eda)
|
|