HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

20 April 2007

Pesan terakhir si pembunuh massal di Kampus Virginia 
“Ini Inspirasi bagi Mereka yang Lemah’’


AKSI sadis Cho Seung-Hui yang menewaskan 33 orang di Kampus Virginia Tech, ter-nyata telah dirancang jauh-jauh hari. Buktinya, sebelum melancarkan pembunuhan massal, Cho telah membuat re-kaman video dan foto-fotonya sebagai pesan terakhir. Cho sendiri seusai membunuh, te-was menembak dirinya sendiri. 
Pesan terakhir Cho itu diki-rim dalam bentuk paket ke stasiun televisi NBC News. 
Menurut Presiden NBC News, Steve Capus, paket yang diki-rim Cho tiba di New York Sela-sa malam dan diantar ke NBC pada Rabu, pukul 11 siang. Nama Cho memang tidak ter-tera dalam paket tersebut, me-lainkan hanya menggunakan nama “A Ishmael.” Tapi me-nurut tim investigasi kepoli-sian, ketika jenazah Cho di-temukan, pada tangannya ter-tulis “Ishmael Ax”.
Pesan terakhir si pembantai itu sendiri terdiri dari 23 hala-man, lalu ada juga 28 klip video dan 43 foto-fotonya yang se-dang menggenggam pistol. “Kalian masih punya kesem-patan untuk menghindari hari ini. Tapi kalian telah membuat darah saya mendidih,” ujar Cho dalam pesannya. 
“Kalian telah memojokkan saya dan kalian hanya mem-berikanku satu pilihan. Kini ka-lian akan meraup darah kalian sendiri,” imbuhnya dengan ma-ta memerah dalam klip video tesrebut. Tampaknya, klip vi-deo tersebut benar-benar mem-perlihatkan kebencian Cho terhadap rekan-rekannya. 
Selain itu, Cho juga menge-luarkan sumpah serapahnya kepada anak-anak kaya yang menuntut ilmu di kampusnya. Berikut sejumlah pernyataan Cho yang dikutip dari ABC News. “Kalian telah merusak hatiku, memperkosa jiwaku dan menyulut kesadaranku. Kalian pikir ini cuma kehi-dupan seorang pria mempri-hatinkan yang ingin kalian musnahkan. Terima kasih pada kalian, saya mati sama seperti penyelamat, untuk memberi in-spirasi bagi generasi yang le-mah dan bagi orang yang tak mampu untuk bertahan,’’ ucap Cho.
‘’Apakah kalian tahu bagai-mana rasanya diludahi di wa-jah kalian sendiri dan dimasuk-kan sampah ditenggorokan kalian sendiri? Apakah kalian tahu bagaimana rasanya menggali kubur kalian sendiri? Apakah kalian tahu bagaimana rasanya tenggorokan diiris dari telinga yang satu ke telinga yang lainnya? Apakah kalian tahu bagaimana rasanya di-bakar hidup-hidup? Apakah kalian tahu bagaimana rasa-nya dihina dan ditusuk di atas kayu salib?,’’ tutur Cho mem-perlihatkan kemarahannya. 
“Kalian tidak pernah merasa-kan se-ons kesedihanpun da-lam hidup kalian. Apakah ka-lian ingin menyuntikkan se-banyak mungkin kesengsaraan dalam hidup kami sebagai-mana yang kalian mampu karena memang kalian bisa?,’’ tandasnya. 
Cho sendiri diketahui pernah berkonsultasi dengan psikiater karena mempunyai masalah kejiwaan. Awalnya, mahasiswa Korsel itu memang sudah di-anggap berbahaya oleh seba-gian mahasiswa yang ngeri me-lihat karya-karya drama yang ditulisnya. Tulisannya sarat dengan kekerasan dan keane-han.
Polisi kampus bahkan pernah menginterogasi Cho pada akhir 2005 setelah dua wanita me-ngaku terganggu oleh ulah pria berusia 23 tahun itu. Menurut kedua mahasiswi itu, Cho telah membuntuti mereka dan mengirimkan pesan-pesan yang membuat mereka merasa terganggu. 
Bahkan badan kesehatan mental yang mengevaluasi Cho atas permintaan universitas, merekomendasikan agar Cho dimasukkan ke fasilitas kese-hatan mental karena dianggap berbahaya bagi orang lain mau-pun dirinya sendiri. Univer-sitas pun mengeluarkan “surat penahanan sementara” ter-hadap Cho. Tidak jelas berapa lama Cho berada di fasilitas kejiwaan tersebut. Namun Cho dibolehkan pulang setelah seorang psikiater menilai meski Cho terganggu mentalnya na-mun dia tidak membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri. Tapi ternyata psikiater itu salah, dan buktinya Cho telah membantai 32 orang mahasiswa dan dosen di kam-pusnya.(abc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin