HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

21 April 2007

Bunaken: Antara Popularitas dan Realitas


Ketika kita mendengar orang menyebut kata BUNAKEN, rasanya alam pikiran sudah langsung terbayang ke arah sebuah lokasi taman laut yang sangat
indah dari aspek biota laut, akuarium laut dan keindahan lain sebuah lokasi diving yang terindah di dunia (menurut sang Pangeran Belanda ) yang pernah berkunjung ke Buna-ken. 
Sosialisasi dan publikasi eksistensi Bunaken begitu mengglobal dan sangat di kenal luas oleh masyarakat pe-cinta keindahan alam di dunia. Pendek kata Bunaken telah menjadi icon kota Ma-nado dan Sulawesi Utara bahkan Indonesia. Popularitas Bunaken tidak kalah tenarnya apabila kita menyebut Bali yang telah lama dikenal di seantero jagad. Bunaken men-jadi icon karena ketika orang menyebutnya, dengan sendi-rinya langsung mengkaitkan dengan Kota Manado dan Bumi Nyiur Melambai Sula-wesi Utara. Saking tenarnya maka muncullah istilah yang populer pada dekade terakhir dalam penyebutan Kota Manado yang memiliki 3 B ( BUNAKEN, Bubur Manado dan Boulevard ). Stigma ini be-gitu melekat sehingga wisa-tawan domestik manakala berkunjung ke Manado, akan berusaha merasakan dan me-nikmati 3 B Kota Manado.Dari konteks inilah penulis ingin memberikan kontribusi pan-dangan yang memandang salah satu 3 B yaitu BUNAKEN yang dikaitkan antara popu-laritas dan realitas. Saya mem-bahas secara terbatas tentang popularitas Bunaken yang ra-sanya semua orang Indonesia pasti sudah mengenalnya, ter-masuk masyarakat dunia in-ternasional. Akan tetapi realita yang ada ketika kita berkun-jung ke Pulau Bunaken, masih sangat banyak kekurangan yang perlu dibenahi dan ha-rus. Memang saat ini ada ba-dan khusus yang ditugaskan menangani pengelolaan Buna-ken, namun rasanya belumlah cukup penanganan Bunaken secara parsial. Keindahan Bunaken dengan taman laut-nya yang terindah didunia (ka-tanya) tidak sebanding dengan kondisi Pulau Bunaken yang hanya dihuni oleh beberapa ratus kepala keluarga. Pena-nganan Bunaken harus dita-ngani secara komprehensif, integral, holistik dan secara lintas sektoral. Pantauan saya selama ini, untuk mengelola Pulau Bunaken dan sekitar-nya masih dalam taraf “pere-butan’’ pengelolaan antara pemerintahan Kota Manado dan Pemprop Sulawesi Utara. Sepanjang kondisi ini tidak diakhiri dengan sebuah ke-bijakan gubernur, maka kita jangan berharap banyak ter-hadap kemajuan pengelolaan Pulau Bunaken dan taman lautnya. Dalam realitasnya ke-indahan Taman Laut Bunaken tidak berjalan paralel dengan kondisi daratan yang terma-suk amburadul . Kenapa saya berani mengatakan ambura-dul? Mari kita lihat realita da-ratan yang ada. Infrastruktur yang dibutuhkan tergelar dan tersedia pada sebuah lokasi yang menjadi tujuan wisata dunia masih sangat terbatas. Hotel atau penginapan belum memadai, listrik masih ter-batas. Bahkan listrik hanya di hidupkan pada malam hari.
Air bersih belum tersedia, restoran atau rumah makan tidak representatif dan minim, arena toko/tempat penjualan souvenir yang nyaman tidak tersedia, sehingga kita hanya menemukan para pedagang kecil yang menjajakan souve-nir secara tradisional kepada para wisatawan pengunjung Bunaken termasuk menawar-kan kelapa muda. Dengan kata lain kebutuhan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sebetulnya menjadi daya tarik eksistensi Bunaken masih belum tersedia. Kondisi pela-buhan yang sangat tidak me-menuhi syarat, sehingga para pengunjung terpaksa menggu-lung celana panjang dan tanpa alas kaki untuk turun ke da-ratan disebabkan kapal tidak dapat merapat di pelabuhan. Belum lagi masalah trans-portasi dari Manado ke Buna-ken yang masih sangat terba-tas dan minimal, karena ha-nya dilayani oleh kapal-kapal tradisional selain kapal ter-batas yang disiapkan oleh se-buah perusahaan wisata Blue Banter. Bagi yang akan menik-mati keindahan taman laut hanya dilayani oleh perahu-perahu katamaran yang kon-disinya masih sangat tradisio-nal dengan peralatan yang juga dalam kategori konven-sional. Keindahan taman laut sering dicemari oleh banyak-nya sampah yang bermuara di Pantai Bunaken. Dari aspek pengamanan tersedia sebuah kantor ukuran sedang yang dijaga secara terpadu oleh pe-tugas pengamanan (termasuk polisinya), padahal pengama-nan Pulau Bunaken memer-lukan sarana dan prasarana yang memadai. Hubungan antar kampung yang ada di Pulau Bunaken melalui laut karena jalan darat yang ada masih jalan tradisional.
SARAN dan SOLUSI
Secara singkat realitas yang ada tentang Pulau Bunaken dan taman lautnya masih JAUH DARI HARAPAN dengan kondisi yang perlu dilakukan perbaikan yang mendesak. Bahkan perbaikan itu harus sesegera mungkin dan secara radikal mengingat pada tahun 2009 Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah perte-muan para Kepala Negara di Dunia (World Ocean Summit/Conference) yang membica-rakan penanganan laut. Sudah dapat dipastikan para peserta konferensi akan berkunjung ke Bunaken dengan segala kete-narannya yang mendunia, akan tetapi kalau kondisi saat ini tidak dilakukan perbaikan yang revolusioner, maka sia-sia lah usaha publikasi dan sosia-lisasi Bunaken sebagai tujuan wisata dunia. Sebagai solusi yang revolusioner atau mende-sak, saya menyarankan bebe-rapa hal seperti pembangunan infrastruktur secara total yang menyangkut sarana dan prasa-rana yang layaknya diperlukan bagi objek wisata dunia sekelas BUNAKEN (penginapan, resto-ran, fasilitas sosial, fasilitas umum, transportasi darat dan laut, pertokoan, perbaikan pantai dan lingkungan, listrik, air bersih dsb). Dengan sen-dirinya penanganan harus komprehensif dan integral se-cara lintas departemen/sek-toral baik terhadap daratan Bu-naken dan lokasi taman laut-nya. Kemudian pengelolaan Bunaken ditangani oleh Badan Otorita yang memiliki lingkup tugas yang jelas dan bertang-gung jawab (tidak lagi rebutan antara Pemkot Manado dan Pemprop Sulut). Apabila solusi diatas terpenuhi, kita memiliki keyakinan akan masa depan Bunaken semakin cerah ka-rena akan memiliki daya tarik dan daya pikat bagi wisatawan domestik, nasional, regional dan internasional yang berim-plikasi kepada meningkatnya investasi dan pemasukan bagi kas daerah.Kita harus mem-pertahankan popularitas Bunaken sesuai ketenarannya dan tetap menjadikannya sebagai ICON Manado dan Sulawesi Utara. Wisatawan akan datang ke Bunaken tidak hanya berkehendak menikmati keindahan taman lautnya namun memiliki daya tarik lain pada daratannya dengan tergelarnya berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Itulah harapannya.(*)
(Penulis bertugas pada Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan RI) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin