|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
21 April 2007
|
|
Pelaku Kekerasan di IPDN Harus Ditindak Secara Adil
|
Terungkapnya para pelaku penganiayaan sekaligus penyebab matinya Praja Sulut, Cliff Muntu tidak lain berkat campur tangan Tuhan. Tuhan mempunyai rencana lain dibalik semua peristiwa yang terjadi di Institut Pendidikan Dalam Negeri yang telah lama menyimpan berbagai misteri.
Kamis (19/04) Ketua BK-SAUA Sulut, Pdt Djefry Sai-sab menyatakan, akan ke-berhasilan pihak kepolisian dalam mengungkap pelaku kekerasan di IPDN suatu hal yang patut kita syukuri bersama. “Tuhan memang tidak akan tinggal diam me-lihat manusia melakukan kekerasan di dunia ini. Dan, kita tahu semua bahwa tin-dak kekerasan telah lama terjadi di IPDN. Meskipun sebelumnya para tersangka telah diproses hukum, na-mun nampaknya mereka te-tap tidak jera. Untuk itu, mudah-mudahan korban Cliff adalah yang terakhir dan mengakhiri tindak ke-kerasan di sekolah peme-rintahan ini,” urainya.
Dikatakannya, meskipun sepandai-pandainya dan serapat-rapatnya kita me-nyimpan kebusukan, lama-lama pasti akan tercium juga. Karena Tuhan tidak pernah tidur, melainkan tahu semua yang terjadi di muka bumi. “Untuk itu, kita juga turut doakan bersama, kiranya dengan kepemim-pinan yang baru mampu me-ngubah imej IPDN dari se-kolah kekerasan menjadi se-kolah pencetak pemimpin yang bermoral dan ber-iman,” ucapnya.
Saisab menambahkan, sa-ngat disayangkan jika bu-daya kekerasan ini akan berkembang pesat di institut pendidikan yang seharus-nya mendidik calon-calon pemimpin yang beretika dan senantiasa mengedepankan norma-norma yang berlaku.
Sementara itu Pdt Lamberty Mandagi MTeol, mengatakan prinsip kekerasan yang terjadi di IPDN hendaknya harus dihapuskan, apalagi tindak-kan yang dilakukan meru-gikan orang lain. “Kalaupun tindakan disiplin yang dila-kukan tidak masalah, tetapi ini sudah pada tindakan ke-kerasan jelas tidak bisa di-biarkan dan harus ditertib-kan. Ini sudah menjadi tugas petinggi negara dan instansi lain untuk menangani.(aan)
|
|