HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

23 April 2007

Persma Pecahkan Mitos Manahan, Persibom Keok


MENTAL Persma cukup ter-uji jika bertarung di laga away. Buktinya, mitos Stadion Manahan Solo, mampu dipe-cahkan pasukan ‘Badai Biru’ ketika menantang Persis Solo. Tuan rumah yang selalu me-nang di Manahan, harus rela kecurian poin ketika Persma mengimbanginya dengan skor 1-1, Minggu (22/04) kemarin. 
Dalam duel kemarin, tuan rumah yang berjuluk ‘laskar samber nyawa’ langsung me-lakukan tekanan demi te-kanan terhadap Edy Musriza dkk. Upaya anak asuh Su-harno berbuah hasil di menit ke-35. Itu berawal dari tendangan Alvin Kie. Bolanya membentur tiang gawang yang dikawal Joice Sorongan. Nah, muntahan bola liar itu kemudian dimanfaatkan dengan maksimal oleh striker tuan rumah, Rudi Widodo. 
Sontak saja, gol tersebut di-sambut meriah ribuan penon-ton, yang memadati stadion kebanggaan Kota Solo ini. Pas-ca gol tersebut, Persis semakin bersemangat menambah gol. Tapi sesekali Badai Biru mela-kukan counter attack. Penam-pilan memukau sang new comer Felix Timbowo yang ba-ru dipercayakan sang allena-tore Vega, dibayar dengan umpan-umpan terukur. Sa-yangnya, duet striker asing Nyom-nyom dan Kamsi Joel, tak bisa menciptakan satu gol pun untuk Persma. 
Peluang yang tercipta dari Persma, terhitung ada bebe-rapa peluang, yakni pada menit ke-15, tusukan Franky Mananohas, masih dihadang pemain belakang Persis Solo. Solo run KJ julukan Kamsi Joel belum juga menghasilkan peluang. Begitu juga tenda-ngan sang maestro Jardel Santana, masih melebar di samping gawang Wahyu Tri, di menit ke-18. Lagi-lagi ten-dangan Jardel di menit ke-35 masih menyamping di sisi ka-nan gawang Persis. 
Tendangan Feliks Timbowo, melambung di atas mistar di menit ke-37. Hingga peluit panjang, wasit Syarifudin berbunyi tanda babak I pertama usai, skor sementara 1-0 untuk tuan rumah Persis Solo.
Memasuki babak II, Jardel cs coba melakukan serangan. Beberapa kali upaya para pemain Persma untuk menem-bus pertahanan ‘laskar sam-ber nyawa’ nyaris berhasil. Kalau saja, para tukang ge-dor ‘Badai Biru’ bisa tenang dalam penyelesaian akhir, yang jelas kemenangan bisa diraih dan harapan poin pe-nuh bisa dibawa pulang. Ter-catat peluang yang tercipta di babak II, yakni playmaker Jardel sudah berhadapan dengan kiper Wahyu Tri, na-mun pemain asal Brasil ini masih kalah cepat. 
Memasuki pertengahan babak II tepatnya di menit ke-85 pemain penganti M Ruddy Hermawan, yang masuk meng-gantikan Feliks Timbowo, berhasil menyamakan kedu-dukan menjadi 1-1. Gol ini, tercipta berawal dari crossing Jardel dari sudut kiri daerah lawan. Bola yang meluncur tersebut, tak bisa diantisipasi dengan baik oleh pemain belakang Persis Solo, sehingga Ruddy Hermawan mampu menyontek dan bola tidak bisa dijangkau oleh penjaga ga-wang Wahyu Tri. Namun, gol tersebut hampir saja tak disahkan oleh wasit, yang pa-da pertandingan ini, sangat berpihak ke kubu tuan rumah. 
Aksi protes pemain Persma pun terjadi, menurut mereka bola sudah melewati garis putih batas berdirinya kiper. Akhirnya protes pemain Persma berbuah hasil. Sontak saja gol tersebut disambut gembira sejumlah pemain maupun official yang duduk di bench pemain. Berbeda halnya dengan, suporter tuan rumah yang tak bisa menerima gol tersebut. Puluhan botol-botol minuman air mineral, meng-hujani bench Persma Manado. Di samping itu juga salah seorang pemain Persma yakni, Nova Zaenal sempat kena lemparan botol, namun tak mengakibatkan cidera. 
Sesudah insiden itu, per-tandingan pun dilanjutkan. Namun tidak terjadi lagi gol hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.
PERSIBOM
Pada bagian lain, Persibom Bolmong harus menerima kekalahan pahit ketika ber-tandang ke Stadion Kamal Djunaedi Jepara, Minggu (22/04) kemarin. Menghadapi Per-sijap, Persibom keok, kebobol-an empat gol yang diborong Leandro Braga.
Baru saja pertandingan ber-jalan tiga menit, gawang Per-sibom yang dijaga Ade Much-tar telah bergetar lewat ten-dangan Leandro Braga. Se-mangat Persibom untuk me-nyamakan kedudukan sempat kendor, setelah Pedro Javier yang kerap menjadi biang gerutu di lini pertahanan la-wan, dikartukuningkan oleh wasit pada menit ke-13.
Kondisi ini dimanfaatkan tuan rumah untuk menekan, hingga Braga kembali meng-gandakan kedudukan menja-di 2-0 pada menit ke-20. Ketinggalan dua gol, Iwan Setiawan memutuskan untuk menarik Ade Muchtar, be-berapa menit setelah gol kedua tadi, lalu menggantikannya dengan kiper cadangan Sofian Hadi. 
Setidaknya keputusan ini bisa dibenarkan, sebab sampai turun minum, Sofian Hadi mampu menjaga gawangnya sampai tidak bergetar untuk ketiga kalinya. Memasuki menit ke-12 babak kedua, gelandang serang bertubuh kecil namun lincah Ilham Hasan mampu mempertipis skor menjadi 2-1.
Selama hampir 20 menit setelah gol balasan Persibom, pertandingan jadi kian me-negangkan, karena kedua kubu melancarkan aksi saling serang. Tim tamu terus berusaha menekan demi me-nyamakan kedudukan, na-mun setiap serangan yang dibangun selalu mampu di-kandaskan oleh pemain be-lakang tuan rumah. Malah tuan rumah kembali menam-bah pundi-pundi golnya, yang diciptakan Evaldo Silva pada menit ke-76.
Coach Iwan Setiawan me-mutuskan untuk menyim-pan dulu Ilham Hasan agar tidak cedera di partai be-rikutnya, lalu menyuntikkan pemain muda nan enerjik berdara Totabuan Herdianto ‘Oyong’ Paputungan. Sa-yang, Oyong belum mampu memlerlihatkan kepiawai-annya di 15 menit sisa per-tandingan. Kalau saja pe-latih memutuskan Oyong di starter line up, mungkin saja hasilnya masih akan lebih baik.
Justru di menit terakhir pertandingan, tuan rumah yang diarsiteki Yudi Suryata ini masih menyempurnakan kemenangannya lewat kaki Fachrudin. Hingga skor ber-ubah menjadi 4-1, dan ber-tahan hingga usai. 
Asisten pelatih Persibom Wayan Hedrajaya saat dikon-firmasi via ponsel tadi malam mengakui hasil tersebut. Namun ia mengatakan masih kurang puas dengan kepe-mimpinan wasit yang ter-kesan berat sebelah. “Anak-anak sebenarnya telah bermain bagus. Banyak peluang yang didapat, hanya saja belum bisa diman-faatkan dengan baik. Ya, mau tidak mau, kita harus menerima hasil ini,” kata Hendra.(tr-2/tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin