|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
24 April 2007
|
|
Usaha mikro sulit akses perbankan
Dinas Koperasi Tempuh Jalur Pola Penjaminan
|
Salah satu kendala yang dihadapi usaha mikro dalam meningkatkan produktifitasnya adalah keterbatasan mengakses pinjaman lewat perbankan. Untuk mengatasi persoalan ini, Dinas Koperasi dan UKM Sulut mencoba memfasilitasi lewat kerjasama dengan koperasi simpan pinjam.
Polanya, menurut Kepala Di-nas Koperasi dan UKM Sulut, Drs Sanny Parengkuan pihak-nya akan melakukan kerja-sama dengan koperasi simpan pinjam yang bisa menyalur-kan dana bank.
“Jadi modelnya seperti pola penjaminan. Koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam atau yang punya unit simpan pinjam akan berhu-bungan dengan bank. Nanti-nya koperasi yang akan me-nyalurkan kredit itu ke UKM,” kata Parengkuan.
Untuk kegiatan ini, menurut Sanny pihaknya sudah ma-suk tahapan pengkajian. “Ja-di kita sudah sementara mengkaji koperasi mana saja yang bisa melaksanakan itu. Tetapi kami yakin ada yang bisa melaksanakannya,” tu-kas mantan Wakadis Perindag ini.
Kegiatan ini, selain di-maksudkan untuk membantu pihak UKM dalam mendapat-kan bantuan akses bank, lan-jut Parengkuan, juga dimak-sudkan untuk mengangkat kembali pamor koperasi, khu-susnya yang bergerak di bi-dang simpan pinjam yang se-lama ini kurang baik.
Selain kegiatan ini, menurut Parengkuan, pihaknya juga sementara memprogramkan untuk berdirinya koperasi ci-vitas akademika. “Di Indonesia baru ada sembilan koperasi civitas akademika ini. Di Sulut sendiri koperasi seperti ini belum ada. Kita upayakan di setiap universitas di daerah ini memiliki koperasi civitas aka-demika yang mencakup semua unsur yang ada di universitas, baik itu dosennya, pegawainya maupun mahasiswanya,” kata Parengkuan.(ami)
|
|