CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

24 April 2007

Libatkan puluhan ribu massa, hari ini AMM gelar demo tandingan 
Aksi Demo Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik
 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Kewas: Keberatan, PKL Silakan Tempuh Jalur Hukum

Empat Tim Pantau Unas SMP/MTs

Minahasa Raad Bakal Dipaketkan dengan Zero Point

Eks Kios Ayam Pasar Bersehati bakal Dibangun Taman

PNS Terlibat Karcis Ilegal akan Ditindak

Berumur di Atas 60 Tahun, Pala Harus Diganti

Aksi demo yang digelar Aliansi Gerakan Masyarakat Terindas (AGMT) untuk menggoyang kepemimpinan Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi, Senin (23/04) kemarin, diharapkan untuk tidak ditunggangi kepentingan tertentu yang memiliki maksud dan ambisi politik dari oknum tertentu.

Penegasan ini antara lain disampaikan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manado, Ruby Rumpesak SH. Ia mengatakan, kalau memang ada ketidakpuasan terhadap kebijakan Pemkot, merupakan hal yang wajar untuk disampaikan. “Hanya saja aspirasi ini harus murni disampaikan oleh yang merasa dikorbankan, jangan ada kepentingan politik,” ujar Rumpesak. 
Ia kemudian mengungkapkan keheranannya terhadap aksi demo yang dilakukan bersamaan waktunya dengan pelaksanaan Musad Partai Golkar Sulut, di mana Walikota Manado menjadi salah satu calon kuat untuk kursi Ketua DPD I PG Sulut. “Ada apa ini, apakah juga terkait dengan persaingan dalam perebutan kursi ketua DPD I PG? Ini yang harus diwaspadai. Tetapi mudah-mudahan saja tidak,” ujar figur muda potensial tersebut. 
Senada dikatakan tokoh pemuda Manado, Pdt Billy Johanes STh. Menurutnya, harusnya masyarakat secara dewasa memberikan kesempatan kepada Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi untuk secara bertahap melakukan berbagai pembenahan. “Walikota dan Wakil Walikota merupakan manusia biasa yang tak mungkin menguban segalanya dalam sekejap. Mari kita memberi waktu kepada mereka melakukan perubahan secara bertahap, dan sabar menunggu hasilnya,” ujarnya. 
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Manado (AMM) bakal melakukan aksi demo dengan melibatkan massa yang lebih besar, Selasa (23/04) hari ini. Dijelaskan Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, Donald Monintja SSos, AMM ini merupakan gabungan dari beberapa elemen masyarakat Manado, antara lain GMKI Manado, Karang Taruna Manado, Senat Fisip Unsrat, Senat Fakultas Hukum Unsrat, Senat Fakultas Perikanan Unsrat, dan Senat Fakultas Pertanian Unsrat. 
“Kita sudah mengurus surat ijin ke Poltabes, dan estimasi sementara pendemo adalah 50-an ribu massa,” ujar Monintja. Hanya saja, menurutnya, aksi demo ini bukan merupakan demo tandingan, tetapi lebih sebagai dukungan moral kepada Pemkot terhadap berbagai kebijakannya. “Demo ini sekaligus kita gelar dalam rangka Hari Bumi sedunia, dan dukungan pelaksanaan World Ocean Conference,” tukasnya. 
Aksi demo kelompok masyarakat yang menamakan diri Aliansi Gerakan Mayarakat tertindas ini, kemarin, menuntut antara lain dihentikannya segala penggusuran di kampung-kampung dan penertiban PKL. Para PKL menuntut gantirugi atas rusaknya barang PKL akibat penertiban yang ditata dalam APBD 2008. Selain itu juga menuntut penghentian kekerasan oleh satpol PP, dan pengadilan terhadap oknum satpol PP yang melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap PKL. 
Sedangkan tuntutan terakhir mereka meminta disediakan reklamasi di Kalimas segera direalisasi, untuk dijadikan areal relokasi bagi PKL. Mereka pun mengungkapkan kekecewaan karena dalam pilkada lalu, sebagian besar PKL memiliki pasangan Jimmy Rimba Rogi dan Abdi Wijaya Buchari. Demo ini dipimpin antara lain korlap Apri Pontoh. 
Di satu sisi ia membantah jika aksi demo tersebut ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu yang merupakan lawan politik Imba. Pasalnya demo PKL tersebut dilaksanakan saat Walikota akan bertarung dalam musdalub untuk memperebutkan posisi ketua PG Sulut, menggantikan almarhum AJ Sondakh. Ia menegaskan demo PKL murni mengusung kepentingan PKL dan tak ada muatan politis. 
“Kami sudah lebih dulu menetapkan demo akan dilaksanakan tanggal 23 April. Baru kemudian PG menetapkan musdalub dilaksanakan pada tanggal yang sama,” tandasnya. Para pendemo akhirnya membubarkan diri setelah tak satupun petinggi pemkot yang menerima mereka. “Kalau sampai minggu depan tuntutan kami tak digubris, minggu depan kami akan demo lagi,” lanjut Pontoh.(ftj/win)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin