|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 April 2007
|
|
Live RCTI, Chelsea jamu Liverpool
Gerrard vs Lampard
|
SEMI FINAL Liga Champ-ions kedua, Chelsea kon-tra Liverpool, adalah duel sengit dengan bonus perse-teruan Jose Mourinho versus Rafael Benitez, dan tentu saja pertarungan dua gelandang terbaik Inggris Frank Lam-pard dan Steven Gerrard.
Itulah fakta yang mengiringi pertarungan Chelsea vs Liverpool di babak semi final Liga Champions, Kamis (26/04) dini hari nanti. Tak hanya seputar kondisi pemain dan strategi The Blues dan The Reds yang jadi pemberitaan, “hubungan” Mourinho dengan Rafa juga terus diumbar media.
Apa yang terjadi dengan pelatih Spanyol dan si orang Portugal itu memang terbilang unik. Sama-sama berstatus pendatang baru saat tiba di Premiersip tahun 2004 lalu, keduanya langsung menyulut api rivalitas yang baranya masih terjaga hingga sekarang. Tapi keduanya jelas bukan tong kosong berbunyi nyaring. Dua gelar juara Premiership di dua tahun pertamanya menjadi bukti kalau Mourinho mungkin tak salah menjuluki dirinya The Special One. Tapi Rafa juga punya prestasi yang tak kalah mentereng saat menyumbang satu tropi Liga Champions.
Kembali ke persaingan keduanya di Liga Champions, partai yang akan digelar di Stamford Bridge itu akan menjadi pertemuan Rafa dan Jose untuk kali keempat sejak mereka hijrah ke Inggris. Laga pertama antara keduanya yang terjadi di babak semi final musim 2004-2005 mungkin akan diingat sebagai salah satu awal pertikaian tersebut. Bermain 0-0 di leg 1 di Stam-ford Bridge, Liverpool kemudian menang lewat gol Luis Garcia, yang sampai kapanpun takkan dianggap gol oleh Mourinho ka-rena menurutnya bola belum melewati garis gawang.
Di kompetisi Lokal Steven Gerrard cs memang lebih sering dipaksa bertekuk lutut oleh Frank lampard dkk, tapi di Liga Champions (LC) kondisinya tak demikian. Semusim berselang saat keduanya berada satu grup di fase grup, Liverpool mampu menahan imbang Chelsea tanpa gol di laga kan-dang maupun kandang.
Belakangan kondisi keduanya kembali memanas. Menyusul komentar pedas Jose yang me-nyebut Liverpool dalam posisi diuntungkan karena tinggal fokus ke LC, Rafa melancarkan serangan balik dengan menye-but koleganya itu sebagai pe-latih yang hanya punya hubu-ngan baik dengan manajer tim yang bisa dikalahkan.
Tapi tampaknya Rafa sadar kalau perebutan tiket menuju Athena bukan soal pelatih vs pelatih, tapi soal pertarungan antar pemain di atas lapangan. Dan itulah yang akan kembali difokuskannya.
“Ini bukan soal Jose dan saya, lebih baik berbicara soal Ger-rard melawan Lampard. Mana-jer bisa merencanakan, tapi hasil pertandingan akhirnya di-tentukan oleh pemain,” seru Rafa di Goal, Selasa (24/04). “Apa yang terjadi di lapangan menentukan segalanya, bukan apa yang diinginkan manajer. Chelsea mungkin saja menang, Liverpool mungkin saja kalah dan tak berada di Istanbul (mu-sim 2004-2005) dan tak akan ada yang memuji taktik saya,” sambung pelatih yang baru berulang tahun ke-44 pekan lalu itu. Apa yang diutarakan Rafa tentu tak salah, saat di tengah lapangan muncul dua gelandang terbaik di Inggris, fokus perhatian harusnya banyak yang tercurah ke sana. Apalagi belakangan kedua pilar The Three Lions terlibat kom-petisi — yang mungkin belum terlalu kentara — namun tak kalah sengit di skuad Steve Mc Claren. Setelah beberapa kali menerima kritikan yang menyebut Lampard dan Ger-rard tak bisa dimainkan ber-samaan, McClaren di pertan-dingan terakhir Inggris akhir-nya memilih Gerrard mengawal lini tengahnya menyusul cedera Lampard. Namun saat dipa-sang sendiri Gerrard justru mampu membawa Inggris meraih kemenangan 3-0 atas Anddora. Ini tentu bisa menjadi pertanda buruk buat Lampard di skuad timnas.
Di sisi lain, dalam duel ini, Chelsea yang harus kehilangan pemain akibat skorsing dan cedera. Siapa-siapa saja? Nama pertama yang harus absen ada-lah gelandang tangguh Michael Essien. Perkara skorsing mem-buatnya terkendala berlaga kontra The Reds. Kehilangan ini tentu saja sangat dirasakan Manajer Chelsea, Jose Mourin-ho. “Essien adalah pemain spe-sial. Dia dapat terus menerus berlari. Kehilangan dirinya adalah kerugian besar,” tukas Mourinho. Sudah kehilangan Essien yang merupakan pilar di lini tengah, The Special One juga harus dipusingkan akibat tidak fitnya gelandang tengah lain, Michael Ballack. “Setahu saya dia tidak mampu berjalan di lapangan. Kita harus lihat perkembangannya,” lanjut dia.
Mourinho juga menambahkan bahwa kondisi bek Ricardo Carvalho turut meragukan. Katanya, “Carvalho cedera dan saya pikir dia tidak akan ber-main lawan Liverpool”. Walau kehilangan dua pilar di lini tengah, Mourinho tetap dipe-nuhi rasa percaya diri. Dengan tebalnya stok pemain di Stam-ford Bridge, manajer asal Portu-gal itu pastinya memiliki peng-ganti yang tidak kalah kelas.
Meski begitu, secara spesifik ada satu nama yang keliha-tannya bakal diplot jadi solusi jitu di lini vital Chelsea, yaitu John Obi Mikel. Hal itu tercer-min dari pujian setinggi langit yang dilayangkan secara khu-sus oleh Mourinho.
“Saya pikir dia jenius di posisi itu. Dia tidak kehilangan bola dan dengan kehadirannya, tim kami mampu memiliki pengua-saan bola yang besar. Dia juga mengalami perkembangan pesat dalam melakukan perta-hanan. Saya pikir itu adalah posisi terbaiknya,” tandas Mou-rinho.(dts)
|
|