|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
25 April 2007
|
|
Hari Pertama Unas,
161 Siswa SMP/MTs Absen
|
Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) ting-kat SMP/MTs di Manado, Selasa (24/04) kemarin, mencatat angka ketidakha-diran yang cukup besar. Da-ri 6232 yang terdaftar un-tuk mengikuti Unas ini, ter-catat ada 161 siswa yang ter-sebar di sejumlah sekolah, tidak mengikuti Unas ini.
Wakil Kepala Dinas Pendidik-an Nasional (Diknas) Manado Drs Dante Tombeg MPd menje-laskan, pihaknya masih belum mendata persisnya alasan me-ngapa 161 siswa ini tak mengi-kuti Unas. “Untuk alasan menga-pa siswa-siswa ini tidak mengi-kuti ujian, sampai saat ini belum ada. Yang pasti sesuai data, 161 siswa tidak ikut ujian,” tu-turnya.
Lebih lanjut ditegaskan Tom-beg, hari pertama Unas untuk SMP/MTs berlangsung aman dan lebih steril. Bahkan pelak-sanaan ini lebih ketat dibanding dengan pelaksanaan ujian na-sional untuk SMA minggu yang lalu, di mana tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Se-mentar itu, berdasarkan pan-tauan koran ini di sejumlah se-kolah, antara lain SMP 2, SMP Hang Tuah dan SMP Advent 4 Paal II, Unas berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Tiga sekolah ini juga dipantau langsung Kasubdin SMP Dinas Diknas Manado, Drs Ch Kaligis MSi, dan sejumlah personel ko-misi D Dewan Kota Manado se-perti dr Frans Walangitan dan Ronald Sumarlie “Sejauh ini se-mua berjalan baik dan harapan kami keseluruhan proses ini mulai dari ujian sampai dengan pemeriksaan berlangsung lan-car dan baik,” tutur Walangitan.
Pada Selasa kemarin juga, di-gelar Unas susulan untuk 62 sis-wa SMA/SMK, yang terdiri dari 18 siswa SMA dan 44 siswa SMK.
Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Diknas Sulut, Drs Arnold Poli SH mengungkapkan, guru pengawas Unas SMP/MTs di-minta tak sekadar mengawasi pelaksanaan ujian di kelas ma-sing-masing, melainkan juga harus bisa memeriksa seandai-nya ada lembar jawaban ujian (LJU) yang belum lengkap dija-wab peserta Unas.
“Mereka sebaiknya juga per-hatikan LJU saat dikumpulkan. Mereka bisa memeriksa seben-tar LJU mana yang belum dija-wab lengkap. Atau kalau ada arsiran yang melenceng dari bulatan yang disediakan. Sebisanya diberitahu kepada peserta bersangkutan untuk diperbaiki,” kata Poli. Namun ia menyadari hal tersebut mungkin sulit dilakukan karena terbentur masalah waktu. Di mana bisa saja terjadi arsiran melenceng atau salah menulis kode karena peserta gugup.
Sementara itu pelaksanaan ujian di SMPN 1 Manado ber-langsung lancar. Menurut kep-sek Elisabeth Mononutu, peser-ta Unas di sekolahnya mencapai 484 orang. “Masing-masing 432 murid SMPN 1 ditambah 52 murid SMP terbuka,” kata Mononutu. Malah keamanan pun meli-batkan seorang petugas Ko-ramil. Bahkan ujian di sini sempat dipantau anggota DPR-RI Komisi X, Wakadis Diknas Manado Dante Tombeg, dan Ketua Komisi D Dekot Manado Amir Liputo.(tr-01/win)
|
|