|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Induk -Minut |
25 April 2007
|
|
Tak
Kunjung Direalisasikan, ADD Desa Suwaan
Dipertanyakan
|
Meski Alokasi Dana Desa (ADD) untuk triwulan pertama telah dicairkan oleh pemkab, namun anehnya dana tersebut oleh sebagian desa tidak tahu kepastian pemanfaatannya.
Makanya tidak heran jika ke-mudian tersiar informasi ada desa yang belum merealisasi-kannya, bahkan menariknya ada sebagian desa juga, yang justru berencana menggu-nakan dana tersebut untuk pembangunan desa. Contoh-nya saja seperti yang terjadi di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, di mana hukum tua yang ada yakni, Denny Lolong tidak berbuat sesuatu untuk dana tersebut.
Hal ini, tentu saja menjadi tanda tanya warga. Pasalnya dana yang jumlahnya menca-pai Rp 9 jutaan itu, tidak diketahui arahnya. Padahal. saat ini telah memasuki bulan April, sementara dana ADD yang telah dicairkan merupa-kan biaya operasional desa periode Januari sampai Maret.
“Pemkab kan sudah mencair-kan ADD, tetapi kenapa sam-pai saat ini dana tersebut tidak diketahui arahnya. Padahal, seperti yang torang ketahui da-na tersebut tidak lain adalah untuk diberikan kepada pe-rangkat desa. Tetapi kenapa ti-dak segera direalisasikan. Ini kan menimbulkan tanda tanya warga,” ungkap sejumlah war-ga Desa Suwaan, kepada war-tawan, Selasa (24/04) kemarin, tanpa menyebutkan identi-tasnya.
Selain belum menyalurkan dana ADD kepada perangkat desa yang ada, Lolong juga di-nilai warga tidak terbuka, khu-susnya pada perbaikan kereta jenazah, yang dananya berasal dari bantuan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan, sebesar Rp 7,5 juta.
“Dana itu dimaksudkan seba-gai sarana perbaikan kereta jenazah. Tetapi dari dana terse-but tidak semuanya digunakan untuk perbaikan. Sebab, biaya perbaikan hanya sebesar Rp 2,5 juta. Lalu dikemanakan sisanya. Sebagai warga torang minta hukum tua dapat bersi-fat transparan. Khususnya yang menyangkut keuangan desa,” kata warga kembali.
Sementara itu, hukum tua, Denny Lolong yang dikonfir-masi mengatakan dengan po-los, bahwa ADD yang ada pa-danya tersebut, belum diapa-apakan atau masih diendap-kan. Menurutnya, pencairan ADD ini masih kabur. Sebab, tidak ada petunjuk teknisnya. Sehingga dengan situasi se-perti ini, terbersit dalam pi-kirannya untuk digunakan saja sebagai dana pembangu-nan desa.
“Memang ADD itu, masih ada sama saya. Dan rencananya akan diberikan pada para ke-pala jaga. Tetapi yang menjadi kendala, secara teknis saya ti-dak mengetahui besarannya. Makanya, akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk pemba-ngunan saja,” ungkapnya.
Selanjutnya menyangkut per-baikan kereta jenazah, Lolong menyatakan bahwa dana per-baikan besarannya adalah Rp 6 jutaan, bukan Rp 2,5 juta. Ditambah lagi dengan biaya transportasi, sehingga diper-kirakan dana tersebut tidak ada lebihnya. “Sesuai rencana, bantuan bupati itu akan dibeli-kan kereta yang baru. Tetapi harganya ternyata sangat mahal, sehingga yang kita la-kukan adalah melakukan per-baikan,” tukasnya.(eda)
|
|