HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

26 April 2007

Diduga uang hasil perampokan
Warga Bolmong Temukan Uang Jutaan Rupiah di Kali


Warga Bolmong di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, Rabu kemarin (25/04), digemparkan dengan adanya uang jutaan rupiah yang hanyut di sebuah kali di Tumubui. Kejadian ini memicu warga berduyun-duyun datang untuk memungut uang hanyut dari sungai kecil tersebut. 
Bahkan Komentar yang tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 14.30 Wita kemarin, sempat menyaksikan ratusan warga, dari orang tua sampai anak-anak, sedang sibuk mencari dan mengumpulkan uang kertas yang hanyut ter-sebut. Uang yang sengaja di-buang di kali itu terdiri dari pecahan Rp1000, Rp 50.000, sampai Rp100.000. 
Hujan yang cukup deras yang mengguyur, tidak dipe-dulikan para warga yang sedang mendulang uang dari Sungai Tumubui itu. Tubuh seorang bocah berusia 11 ta-hun bernama Fernando Sam-pelo, terlihat menggigil kedi-nginan. Namun raut muka-nya memancarkan kegembi-raan. 
Betapa tidak senang, sebab di genggamannya terdapat segepok uang kertas dari Rp 50 ribu sampai Rp100 ribu. “Ini semua kita dapat di kuala (sungai, red) ini,” ucap Fernando sambil menunjuk-kan uang hasil jerih payah-nya itu. Setelah dihitung, te-rnyata hasil ‘tangkapan’ Fer-nando di sungai mencapai Rp1,8 juta. 
Lain lagi dengan kakaknya bernama Frangky Sampelo (17). Pria yang mengaku baru duduk di kelas kelas 1 STM ini mengaku hanya mendapat Rp 800 ribu dari hasil ‘panci-ngannya’ di sungai itu. Ia pun berkenan memperlihatkan uang tersebut. “Torang ada ba cari dari tadi, sekitar jam dua lewat,” tutur Frangky sembari memperlihatkan uang yang dimaksud.
Sementara seorang pria bernama Buang Pongo, juga warga Tumubui, rupanya tak seberuntung Fernando atau Frangky. Karena dia mengaku hanya mendapat Rp 500 ribu. Begitu pula dengan warga lain bernama John, mengaku ha-nya mendapat Rp 300 ribu yang dipungut dari sungai.
Dari penuturan warga di lokasi, penemuan uang di kali Tumubui itu pertama kali di-ketahui oleh beberapa warga yang tengah berada di sawah. Saat itu hujan deras, dan be-berapa petani hendak mencuci badan mereka di kali. Tiba-tiba seorang dari mereka men-dapatkan uang hanyut. Hal itu kemudian diyakinkan lagi oleh seorang ibu, yang mene-mukan uang Rp 150 ribu di kali Tumubui yang melintas di belakang rumahnya. 
Kabar itu cepat beredar dari mulut ke mulut, hingga akhir-nya sejumlah wargapun rela ikut mencari uang yang ha-nyut, meski hujan deras te-ngah mengguyur. Tak hitung sejam, kali kecil yang berhulu di belakang perkampungan Desa Moyag, Kecamatan Kota-mobagu, belakangan telah di-banjiri warga yang mencari uang. Bahkan sekitar pukul 16.30 WITA, kabar banjir uang di kali Tumubui itu su-dah beredar sampai di Kelu-rahan Sinindian sampai Mo-golaing. Soalnya kedua kelu-rahan ini juga lokasi melin-tasnya kali tadi, setelah dari Tumubui.
Sontak saja, sejumlah warga Sinindian langsung turun ke kali yang melintas di wilayah mereka, untuk mencari uang yang mungkin sudah terlan-jur hanyut. Tapi belakangan diketahui, sambungan kali kecil dari Tumubui itu, ter-nyata bercabang sampai tiga ketika melintasi kompleks persawahan di belakang Pol-res Bolmong. Sehingga sejum-lah warga Sinindian pun ada yang berlari menuju ke per-simpangan kali tadi. 
Informasi tentang banjir uang di kali Tumubui itu sen-diri pertama kali dikabarkan via ponsel oleh oleh seorang warga Tumubui bernama Er-lita. Bahkan ia mengatakan, sempat melihat orang-orang telah memperoleh bundelan uang lembaran Rp 50 ribu. Sayangnya, tak satupun dari puluhan warga yang ditemui yang mengaku demikian, paling tidak mereka mengaku hanya mendapat ratusan ribu saja.
Setelah hujan mulai berang-sur reda, harian ini menga-barkan temuan tersebut ke Polres Bolmong. Seketika Ka-polres AKBP Drs Yadi Surya-dinata bersama sejumlah ang-gotanya langsung turun ke lokasi. Kapolres sendiri lang-sung memerintahkan untuk mengamankan uang-uang yang ditemukan warga tadi. 
Di tengah peristiwa banjir uang itu, sempat berkembang desas-desus di tengah warga bahwa uang itu sengaja di-buang seseorang, dan asal uang itu diduga hasil ram-pokan. Seperti diketahui, di Bolmong sendiri belum lama ini sempat terjadi perampo-kan di sebuah markas aparat TNI, Makodim. 
Namun begitu, Kapolres Suryadinata ketika dimintai keterangan oleh koran ini mengatakan, belum bisa mengambil kesimpulan asal dari uang yang dihanyutkan di Sungai Tumubui tersebut. ‘’Kami belum bisa mengambil kesimpulan secepat itu. Kami akan menelusuri dulu asal muasal uang tersebut,’’ kata Kapolres. 
Senada disampaikan Dan-dim 1303 Bolmong Letkol Czi Wiryo, yang menghubungi ha-rian ini sektiar pukul 17.30 WITA. Ia mengatakan harus menyelidiki dulu asal muasal uang tersebut, salah satunya dengan menelusuri kali Tu-mubui tadi, terutama hulu-nya. “Kami masih menelusuri hulu kali kecil ini sampai di Desa Moyag,’’ kata Dandim.
Kabar terakhir yang diper-oleh harian ini tadi malam, menyebutkan upaya Polres Bolmong untuk mengaman-kan uang tadi dari tangan warga, telah membuahkan hasil. Namun baru beberapa warga saja yang dengan sadar mengembalikan uang ter-sebut, sehingga yang terkum-pul baru berkisar Rp 4 jutaan. 
Kapolres Bolmong lewat Wa-kapolres Kompol Pontjo Su-diantoko SIK menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah memberikan kepa-da pihaknya uang yang di-duga hasil kejahatan tersebut. “Sedangkan kepada warga yang belum sempat menye-rahkannya, diimbau agar bisa bekerja sama membantu kepolisian demi upaya pe-ngungkapan asal-muasal uang tersebut. Untuk keama-nan, kami juga telah mem-police line aliran kali kecil itu,” katanya.(tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin