|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
26 April 2007
|
|
Sektor
Pertanian Diimpikan Jadi Andalan Kredit
Perbankan
|
Meski baru sebatas mimpi, tetapi harapan bahwa sektor pertanian akan jadi andalan penyaluran kredit perbankan dikemudian hari, akan tetap diupayakan agar bisa terwujud walau memang diakui perlu kerja keras semua pihak.
“Awalnya juga tidak ada yang bisa menyangka kalau kemudian besi bisa terbang. Tertapi kenyataannya sekarang bisa. Demikian juga dengan sektor ekonomi, kalau selama ini tidak dianggap sebagai sektor unggulan perbankan, satu saat pasti kondisi itu akan berubah,” kata Kepala Pusat Pembiayaan Deptan, Dr Ir Mat Syukur dalam dialog antara perbankan dan dinas terkait yang difasilitasi Bank Indonesia, Rabu (25/04) kemarin.
Untuk memudahkan para petani mengakses perbankan, maka saat ini, aku Syukur Deptan bekerjasama dengan bank pelaksana, sedang mengembangkan Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP-3). “Skim ini dikhususkan untuk pembiayaan pertanian dan peternakan yang mempunyai kendala dalam mencukupi ketentuan agunan,” kata Syukur.
Fasilitas yang diberikan SP-3 antara lain jasa jaminan (premi) 1,65 persen, pencadangan resiko (40 persen untuk usaha mikro, 30 persen untuk usaha kecil dan 10 persen untuk usaha kecil II), bebas provisi dan bebas administrasi.
Sementara itu, pemimpin Bank Indonesia Manado, Jeffrey Kairupan menyatakan, jangan sampai gaung program revitalisasi pertanian ini hanya besar di Manado. “Sampai di Tomohon agak besar, sampai di desa sayup-sayup. Kalau bisa gaungnya besar sampai ke petani,” kata Kairupan.
“Untuk itu perlu terus dilakukan sosialisasi. Disamping itu pula sangat penting adanya edukasi guna terus meningkatkan kemampuan petani,” kata Kairupan.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Ir Herry Rotinsulu menyatakan, sangat penting keterlibatan semua stakeholder sehingga program revitalisasi pertanian tersebut benar-benar mencapai sasaran.(ami)
|
|