HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

27 April 2007

Setelah Uang, Giliran Pistol Ditemukan di Kali


Setelah penemuan uang jutaan rupiah yang menghe-bohkan warga Bolmong, kini giliran sebuah pistol ditemu-kan di Kali Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kamis (26/04) pagi sekitar pukul 08.30 Wita. 
Pistol itu ditemukan anggota TNI bersama Polri yang me-nyisir langsung sungai Tumu-bui. Dan setelah dicek, nomor seri pistol jenis P-1 hasil mo-difikasi FN-45 tersebut, cocok dengan pistol milik juru bayar Makodim Serka Tri Sulo yang dikabarkan hilang saat pe-rampokan. 
Seperti diketahui, pistol itu sempat dirampas perampok dalam aksinya. Hanya saja anehnya, Serka Tri Sulo sen-diri saat ini telah melarikan di-ri. Sehingga ada dugaan Ser-ka Tri Sulo sendiri ikut terli-bat, atau kenal dengan si pe-laku perampokan. 
Dandim 1303 Bolmong, Let-kol Czi Wiryo yang turut dalam pencarian barang bukti di Su-ngai Tumubui, membenarkan kecocokan pistol yang dite-mukan dengan pistol milik anggotanya yang hilang terse-but. “Setelah dicocokkan, no-mor serinya cocok dengan no-mor seri pistol milik anggota TNI yang hilang. Amunisinya masih delapan butir,” kata Wiryo. 
Selain pistol, juga ditemukan sarungnya disertai beberapa peralatan yang biasa dipakai anggota TNI, seperti halnya ko-pel ring, sebuah tas yang di-duga dipakai mengisi uang, serta Grahin (ban yang diling-karkan secara diagonal di dada anggota TNI, red).
Sayangnya, wartawan tak bisa mengambil gambar se-jumlah barang bukti tadi, mengingat barang-barang bukti tersebut langsung diamankan di Markas Sub POM Bolmong. Sedangkan me-ngenai dugaan bahwa uang yang hanyut di Kali Tumubui adalah uang gaji anggota Ma-kodim 1303 Bolmong yang hi-lang, Dandim masih enggan menyimpulkan ke arah itu. 
Semuanya masih perlu pe-nyelidikan, tampiknya. Se-mentara itu, Dan Sub POM Bolmong Lettu Ade Sumantri ketika dimintai tanggapan soal penemuan tadi, enggan memberikan komentar. Dia malah hanya melambaikan tangan sambil tersenyum, ketika ditanya harian ini. 
Sedangkan Danrem 131 Santiago Kol. Inf. Adi Mulyono saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan tentang pene-muan pistol di Kali Tumubui. Dia juga tidak menampik bahwa memang ada kaitan antara uang yang dihanyut-kan di sungai dengan peristiwa perampokan 2 April lalu. 
ANAK SEKOLAH
Pada bagian lain, meski Kali Tumubui telah di-police line oleh petugas dari Polres Bol-mong, namun tanda larangan itu ternyata tidak digubris sejumlah warga yang nekat mencari uang yang hanyut. Bahkan akibat banjir uang ini, sejumlah anak sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA, rela tidak masuk sekolah dan me-milih untuk mencebur di kali tersebut. 
Hasil positifnya, kali kecil yang sebelumnya dipenuhi re-rumputan, jadi bersih kare-nanya. Mereka memang tak mencari di bagian aliran kali yang di-police line, atau di lokasi bagian timur setelah jembatan Tumubui yang pada hari Rabu sore lalu banyak warga berhasil menemukan uang yang jumlahnya diper-kirakan puluhan juta rupiah. Melainkan lebih memilih un-tuk mencari di bagian hilir, dan masih di luar batas police line. Pencarian uang di hari kedua ini sendiri mulai dilakukan ketika fajar mulai menyingsing, atau sekitar pukul 05.30 WITA.
Hasilnya masih sangat luma-yan, bahkan diprediksi jumlah uang yang ditemukan warga mencapai di atas Rp 10 juta. Tapi tidak seperti pada hari pertama, kali ini warga yang mencari uang sudah serba tertutup. Tak satupun yang te-rang-terangan mengaku telah mendapatkan uang, sebab kalau ketahuan, polisi akan me-ngamankannya.
“Kita ada dapat Rp 700 ribu, mar jangan bilang pa sapa-sapa. Kita somo pulang seka-rang. Pokoknya torang mo aca-ra sabantar,” kata seorang anak muda yang telah basah kuyub, sambil berlalu, kemudian menghilang karena mungkin takut akan diperiksa aparat.
Menariknya juga, pencarian uang yang hanyut di hari kedua ini, melibatkan ratusan masyarakat, bahkan jum-lahnya berkali-kali lipat dari hari sebelumnya. Mulai orang tua, anak muda, anak-anak sekolah bahkan ada juga pengemudi bentor yang rela bertaruh di Kali Tumubui untuk mengejar uang setoran.
Mengapa tidak masuk sekolah, Dik? Sapa harian ini kepada seorang anak SD. “Suda jo om, yang penting torang mo cari doi,” jawabnya singkat, tapi enggan me-nyebutkan nama, pun tak me-nyebut jumlah uang yang telah ditemukan, meski terlihat kantong celananya sudah berisi.
“Mo cari doi kaweng dulu to-rang,” celetuk seorang anak SMA, lainnya berkelakar, na-mun lagi-lagi enggan menye-but nama serta tak mau mengatakan jumlah uang yang sudah didapatkannya. Pada bagian lain, kasak-kusuk yang beredar di warga Tumu-bui menyebutkan, sebenarnya banyak warga yang menda-patkan uang dengan jumlah puluhan juta rupiah pada proses pencarian di hari per-tama, Rabu lalu. Sayangnya, kesadaran warga masih kurang untuk menyerah-kannya ke aparat. 
Buktinya, hanya sedikit uang yang bertambah dalam sitaan Polres Bolmong. Di mana sampai kemarin sore, Kapolres Bolmong lewat Wakapolres Kompol Pontjo Sudiantoko SIK mengatakan, uang yang ber-hasil diamankan pada hari Rabu sebanyak Rp 4 juta, dan Kamisnya hanya bertambah sekitar Rp 500. 
“Bukannya kesadaran warga masih kurang, tapi karena beredar kabar bahwa yang lain tidak menyerahkan uang. Sehingga warga yang sudah berniat menyerahkannya, masih menunda,” kata Waka-polres, sembari mengimbau agar masyarakat bisa bekerja sama demi pengungkapan asal muasal uang tersebut.(tus/vic)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin