|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
27 April 2007
|
|
Rekrut PNS Tinggal Diajukan Kepala Daerah
|
Menteri Negara Pendaya-gunaan Aparatur Negara (Men-pan), Taufiq Effendi menga-takan, rekrutmen PNS nanti-nya tidak lagi harus melalui seleksi ujian nasional. Melain-kan hanya berdasarkan usu-lan dari para bupati dan walikota saja ke Menpan.
Tapi hal ini baru bisa diber-lakukan mulai tahun 2009 mendatang.
“Mulai tahun 2009, sudah tidak ada lagi ujian nasional penerimaan PNS dan ganti-nya untuk penerimaan PNS ini berdasarkan kebutuhan dan usulan dari para bupati/wali-
kota, yang bisa mengusulkan sendiri-sendiri dan disampai-kan kepada Menpan,” kata Menpan di sela-sela “Work-shop Best Practices Reformasi Birokrasi Dalam Rangka Per-cepatan Pembangunan dae-rah” di Solo, Rabu (25/04).
Ia meminta kepada para bu-pati/walikota dalam menga-jukan permintaan untuk me-menuhi kebutuhan PNS juga harus sesuai dengan kebutu-han yang ada. Menurut men-teri, selama ini ada permin-taan pegawai baru di daerah-daerah yang palsu, karena se-telah dicek di lapangan, ba-nyak bupati/walikota tidak mengajukan permintaan itu.
“Ada suatu daerah yang me-ngajukan permintaan pegawai baru 400 orang, tetapi setelah dicek di lapangan, 100 formasi yang diajukan itu orangnya tidak ada,” kata Taufiq Effendi sambil menam-bahkan agar para bupati/wa-likota berhati-hati dalam me-nangani persoalan ini.
Mengenai tenaga honorer yang akan diangkat menjadi PNS, ia mengatakan, diharap-kan sesuai target tahun 2009 semuanya sudah selesai. Ia mengatakan, setelah itu juga terus diikuti penataan, kare-na sampai saat ini masih ba-nyak PNS yang hanya menum-puk di suatu bidang saja. Untuk PNS yang menumpuk itu nantinya akan dipecah atau disalurkan di tempat lain, seperti Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian, KB dan lain-lain.(hgc/*)
|
|