|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
27 April 2007
|
|
Dinilai serang kehormatan dan hina Pemkot Manado
Aksi Demo AGMT Berbuntut Hukum
|
Aksi demo yang digelar Aliansi Gerakan Masyarakat Tertindas (AGMT) untuk meng-goyang kepemimpinan Wali-kota Manado Jimmy Rimba Rogi, dan Wakil Walikota Abdi Buchari SE, Senin (23/04) lalu, berbuntut panjang.
Pemkot Manado melalui Kuasa Hukumnya Hanny Lei-hitu SH, akhirnya melaporkan aksi demo yang disinyalir sarat dengan kepentingan dan sudah mencemarkan nama baik pemimpin Kota Manado tersebut, ke Polsek Wenang, Kamis (26/04) kemarin.
Dalam laporannya ke pihak kepolisian yang diserahkan sekitar pukul 17.00 WITA ter-sebut, Hanny Leihitu SH juga menyerahkan sejumlah bukti dan saksi. Bukti-bukti terse-but di antaranya selebaran-selebaran yang menghina Walikota dan Wakil Walikota Manado yang dibuat para pen-demo, serta rekaman VCD saat dilakukan demo tersebut.
“Pada intinya pemerintah kota sangat menghargai hak demokrasi dan kebebasan me-ngeluarkan pendapat dari semua orang. Akan tetapi, bu-kan berarti menyerang marta-bat dan kehormatan walikota dan wakil walikota. Akan hal itu, Kami meminta sikap tegas atas sikap oknum orang yang merongrong kewibawaan dan kehormatan dari pemerintah kota. Ini juga merupakan pembelajaran hukum, agar kita semua bisa saling meng-hargai satu dengan yang lainya,” kata Leihitu.
Ditambahkannya, dalam pe-ngaduan pencemaran nama baik dan penghinaan, serta perbuat-an tidak menyenangkan terse-but, pihaknya juga melaporkan tiga orang yang disinyalir melakukan perbuatan tidak menyenangkan tersebut. Ketiga pelaku tersebut di antaranya adalah FDS alias Fitri, NB alias Nyong, dan DA alias Djibran.
“Ketiganya sesuai bukti re-kaman yang ada pada kami, serta menurut sejumlah saksi, telah melakukan orasi dengan menggunakan mikrophone, yang pada intinya menyerang kehormatan dan martabat Walikota dan Wakil Walikota Manado,” terangnya.
Seperti diketahui, aksi demo yang dilakukan sekelompok masyarakat yang menamakan diri Aliansi Gerakan Masyara-kat Tertindas ini, (23/04) lalu, menuntut antara lain dihenti-kannya segala penggusuran di kampung-kampung dan pe-nertiban PKL. Selain itu, mere-ka juga menuntut penghen-tian kekerasan oleh satpol PP, dan pengadilan terhadap ok-num satpol PP yang melaku-kan pemukulan dan penga-niayaan terhadap PKL.
Sedangkan tuntutan terakhir mereka meminta disediakan reklamasi di Kalimas segera di-realisasi, untuk dijadikan areal relokasi bagi PKL. Mereka pun mengungkapkan kekecewaan karena dalam pilkada lalu, sebagian besar PKL memiliki pasangan Jimmy Rimba Rogi dan Abdi Wijaya Buchari. Demo ini dipimpin antara lain korlap Apri Pontoh.(vcq)
|
|