CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Panggung Politik

27 April 2007

Greetty Tielman: Selamatkan sekarang, atau menyesal!
Danau Tondano, Masihkah ‘Trade Mark’ Minahasa?

 

 IKUTI KOLOM TABEA

 

DEGRADASI lingkungan yang menerjang Danau Tondano, di jantung Kabupaten Minahasa, kian memprihatinkan banyak kalangan. Karenanya, potensi sumber daya alam dengan pesona dan nilai ekonomi tak terhingga itu, selain perlu segera diselamatkan, juga diharapkan dapat dikelola dengan lebih profesional serta bermanfaat langsung bagi warga di sekitarnya, dan rakyat Sulut pada umumnya.

“Sebab, membiarkannya se-perti tak terurus sama artinya dengan membiarkan trade mark Tanah Minahasa itu meluntur, sekaligus mengabaikan nilai ekonomi yang mestinya dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh rakyat,” kata Greetty Tielman, tokoh wanita Minaha-sa yang kini dipercayakan se-bagai Ketua DPC Partai Kebang-kitan Bangsa (PKB) Minahasa periode 2006-2008. Greetty ju-galah salah seorang figur yang belakangan sering menyuara-kan upaya ‘penyelamatan dan pemanfaatan optimal’ Danau Tondano bagi masa depan Tanah Minahasa.
Memang, keindahan danau yang terletak sekitar 600 meter di atas permukaan laut dan di-kelilingi pegunungan dengan ketinggian rata-rata 700 meter itu sudah ‘membekas di benak-nya’ sejak masa kecil. Barisan bukit pegunungan Masarang hingga Gunung Tounsaru nan hijau di lereng barat dan pegu-nungan Lembean di sebelah ti-mur, sering digambarkan orang-orang laksana pilar yang kokoh menjaga keindahan Danau Tondano.
Dan semua itu, bagai ‘menga-kar’ di batin istri tercinta pakar lingkungan Ir Noeradhi Iskan-dar, MEng, salah seorang peja-bat di Departemen PU, jebolan ITB dan master dari Kanada ini. Bahkan, sekitar 20 tahun lalu, Greetty bersama saudara kembarnya (yang tergabung dalam Tielman Sisters dan menjadi salah satu ikon ‘se-lebriti’ pembawa nilai-nilai budaya Sulut), menjadi bagian dari sedikit anak Negeri Toar Lumimuut yang sukses ‘men-duniakan’ pesona danau seluas 4.278 Ha dan terletak kurang lebih 36 Km dari Kota Manado, atau 1 jam perjalanan dengan kendaraan umum.
Pesona kekayaan alam ini, di-gambarkan dengan apik dalam salah satu penggalan bait lagu berlabel Danau Tondano: Me-nyendiri di senja hari, Duduk me-lamun diterpa angin, Angin se-juk, sesejuk alamnya, Danau Tondano yang indah. “Karena itu, alangkah bahagianya bila setiap anak negeri di Minahasa mematrikan kesadaran untuk melestarikannya. Bahkan akan lebih operasional lagi bila kesa-daran itu disertai tindakan nya-ta dalam bentuk gerakan bersa-ma mengembalikan keadaan Danau Tondano agar bisa sein-dah dulu,” kata wanita yang ju-ga dikenal aktif dalam sejumlah organisasi Kawanua di ibukota (antara lain Ketua Umum Ru-kun Manaesaan Ne’Wewelen, Jakarta, periode 2006-2008) ini.
Dalam pandangannya, salah satu konsep yang dapat diapli-kasikan guna ‘mengembalikan Danau Tondano’ menjadi tem-pat yang indah, adalah dengan menjadikannya sebagai daerah tujuan wisata (DTW) dalam sa-lah satu prioritas program pembangunan Minahasa masa depan. Konsep makro ini, akunya, tentu saja memer-lukan dukungan investasi dan partisipasi aktif seluruh ele-men masyarakat Minahasa, terlebih warga di sekeliling danau. “Visinya, kita harus op-timalkan nilai tambah potensi sumberdaya alam anugerah Tuhan itu dengan mengeola-nya secara bertanggung-ja-wab,” tandasnya.
Visi itu baginya perlu terus di-masyarakatkan, terutama guna memacu dan memantapkan ke-yakinan warga Minahasa bah-wa, “Kita punya potensi alam yang luar biasa namun tidak akan memberi nilai lebih ketika kita tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat tanpa menjadi perusak alam,” tandasnya. Bahkan, esok luas mungkin saja kita bisa ‘menangis menye-sal’ karena lengah melestari-kannya dari terpaan pendang-kalan dan penurunan kualitas lingkungan. Karenanya, harus kita selamatkan sejak seka-rang,” tandasnya.
Terkait dengan itu, penataan kawasan patut mendapat per-hatian serius. “Memberi pe-luang seluas-luasnya bagi in-vestasi untuk, misalnya, meng-embangkan kawasan wisata atau kawasan resort dengan fa-silitas convention center yang representatif, bisa menjadi sa-lah satu bentuk aplikasinya,” ujar mantan Ketua Umum Per-kumpulan Pemuda Tondano (PPT), Jakarta (1994-1996) dan Sekretaris Umum Rukun Tou-lour, Jakarta (2003-2008) ini. “Pengembangan kawasan wisa-ta tersebut sangat prospektif mengingat daerah Sulut kian terbuka di mata internasional dengan akses ke dan dari luar negeri yang makin berkem-bang,” katanya.
Dengan begitu, menurut dia, mestinya saat ini Danau Tonda-no tidak harus sampai ‘diluberi’ pertumbuhan eceng gondok yang seperti tak terkendali. “Ka-rena itu, dalam banyak kesem-patan, termasuk saat saya membawakan visi misi daya dalam membangun Minahasa di depan elit salah satu partai politik di Sulut (PDS), saya mengatakan, sepertinya ada yang salah dalam penanganan Danau Tondano selama ini. Atau, setidaknya, ada yang tidak sempat kita seriusi dalam pemanfaatan dan pengemba-ngannya,” tukasnya.
Padahal, Danau Tondano, selain sebagai sumberdaya alam dengan pesona meng-agumkan. Danau ini meru-pakan sumber penghidupan banyak orang, bahkan warga Sulut pada umumnya, karena airnya juga merupakan peng-gerak tenaga listrik. “Itu sebab-nya, pembenahan pengelolaan Danau Tondano harus menjadi salah satu prioritas penting dalam membangun Minahasa ke depan, selain pentingnya sektor pendidikan dan peng-embangan ekonomi agro,” tam-bahnya. 
Kalau seorang Greetty Tielman begitu bersemangat bicara pan-jang lebar soal masa depan Da-nau Tondano, bagaimana de-ngan rakyat di negeri itu sen-diri? Semoga segera akan terli-hat gerakan nyata penyelama-tannya. Apalagi, Greetty siap menjadi salah satu ujung tombaknya! Mari!(landywowor) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin