|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
27 April 2007
|
|
Tak Mau Di-rolling, Sampel
Tolak Keputusan Pimpinan DPRD
|
Dalam rapat paripurna DPRD Sulut beberapa waktu lalu, Ketua DPRD Sulut, Drs Syachrial Damopolii mengesahkan pelaksanaan rolling komisi. Di mana dalam paripurna tersebut diumumkan bahwa F-PDIP, F-PD dan F-DS melakukan perombakan terhadap komposisi anggotanya di komisi, sedangkan F-PG dan P-FK memilih stagnan alias tidak melakukan perombakan.
Namun demikian, kebijakan rolling komisi di tubuh F-PD DPRD Sulut belakangan me-nuai sorotan. Menariknya, so-rotan justru datang dari per-sonel F-PD sendiri, yakni Olha Sampel.
Kepada wartawan, Kamis (26/04) kemarin, Sampel se-cara terang-terangan menya-takan menolak keputusan pimpinan dewan yang menge-sahkan usulan rolling komisi F-PD. Alasannya, usulan roll-ing komisi yang di-ajukan ke pimpinan dewan tak dibahas terlebih dahulu oleh se-mua per-sonel F-PD.
“Rolling komisi tidak pernah dibahas secara resmi dalam in-ternal fraksi. Saya sendiri me-ngetahui keputusan soal rolling hanya dari SMS yang dikirim-kan pimpinan fraksi,” ujar Sampel.
Bukan hanya pimpinan frak-si yang disudutkan Olha, Ke-tua DPRD Sulut, Drs Syachrial Damopilii pun dinilainya seba-gai biang kerok persoalan ini.
Sementara itu, Sekretaris F-PD DPRD Sulut, FH Rende, keti-ka dikonfirmasi menepis hal ter-sebut. Menurutnya, fraksi telah membahas usulan rolling terse-but sebelum diajukan ke pim-pinan dewan.
“Kalau dia menolak di-rolling, itu haknya dia. Tapi keputus-an pimpinan dewan tetap akan dilaksanakan karena sudah se-suai aturan dan mekanisme,” ujar Rende.
Ditempat terpisah, Ketua BK DPRD Sulut, Jemmy Lelet SH mengimbau agar Olha mentaa-ti keputusan pimpinan dewan. “Selaku Ketua BK saya akan memberikan penjelasan kepada Olga, sekaligus memberikan pembinaan,” ujar Lelet.(ran)
|
|