|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
28 April 2007
|
Pemeriksaan saksi dalam dugaan penyelewengan dana di KPUD Sulut, terus dilaku-kan Kejati Sulut. Jumat (27/04) kemarin, giliran empat orang yang diperiksa penyi-dik. Mereka adalah Mantan Ketua KPUD, Dr Donald Ru-mokoy, Ketua KPUD saat ini Dra Trilke Tulung MA, Ang-gota KPUD Drs Suhendro Bo-roma dan mantan Sekretaris KPUD, Drs Winston Mentang.
Dalam proses pengumpulan bahan dan keterangan (pul-baket) tersebut, empat saksi ini ditanyai soal dana-dana yang mereka terima terutama untuk anggaran perjalanan dinas. “Mereka diminta jelas-kan perincian anggaran da-lam perjalanan dinas ke dae-rah. Sebab pasti anggaran ke Minahasa dengan ke Talaud pasti beda,” ujar salah satu anggota tim penyidik yang enggan disebutkan namanya.
Menurut informasi, hal ter-sebut menjadi fokus perta-nyaan penyidik karena diduga ada anggaran, terutama per-jalanan dinas maupun honor yang diduga diberikan tidak sesuai aturan, sehingga dicu-rigai terjadi penyelewengan. Di mana juga, diduga pemben-tukan kelompok kerja (pokja) sesuai SK gubernur tidak me-ngatur adanya honor kepada seluruh anggota pokja. Selain itu pemberian honor tersebut ditengarai tidak mengacu pa-da standar belanja pegawai yang ditetapkan dalam aturan.
Juru Bicara Kajati Sulut, Reinhard Tololiu SH saat di-konfirmasi, membenarkan adanya pemeriksaan terha-dap Rumokoy cs. Namun dia menolak menerangkan materi pemeriksaan. “Sekali lagi, ini baru proses pengumpulan ba-han dan keterangan untuk melihat apa benar dugaan penyelewengan seperti yang dilaporkan masyarakat ke Kejati. Mereka yang kami mintai keterangan ini belum tentu bersalah,” jelasnya.
Sementara itu, selesai dipe-riksa, keempat saksi terkesan enggan bicara panjang lebar soal pemeriksaan yang me-reka jalani. Hanya Rumokoy yang menjelaskan sedikit pan-jang. Rumokoy yang diperiksa Reinhard Tololiu, mengaku menerima delapan perta-nyaan. Hanya saja mantan Ketua KPUD yang telah men-jabat Dekan Fakultas Hukum Unsrat ini enggan menje-laskan pokok pertanyaan yang diterimanya.
Dia hanya mengatakan, apa yang sudah dikerjakan pihak-nya sewaktu menjabat Ketua KPUD, sudah sesuai koridor. “Saya yakin kami sudah men-jalankan anggaran sesuai aturan,” ujarnya kepada war-tawan saat dicegat di tangga gedung Kejati Sulut.
Sementara itu Ketua KPUD Trilke Tulung, selesai diperik-sa terlihat berusaha meng-hindar dari cecaran perta-nyaan wartawan dan foto-grafer. Keluar dari ruangan Kasi Ekonomi Moneter yang terletak di lantai 2, Trilke langsung ‘mengamankan diri’ dengan masuk ke dalam lift menuju lantai dasar. Tak lama berselang sebuah mobil kijang plat merah terlihat masuk dan langsung menuju bagian belakang gedung tersebut.
Tulung yang hendak masuk ke mobil sempat kepergok se-jumlah fotografer. Namun ke-tika coba ditanyai untuk me-minta konfirmasi, dia meno-laknya. Lain halnya dengan Bo-roma, ketika ditanyai warta-wan hanya menjawab singkat. “Silakan tanya ke ibu Jenny (jaksa, red), dia yang tanya-ta-nya soal ini,” tukasnya seraya berlalu menuju bagian bela-kang gedung tempat dia me-markir mobilnya, Daihatsu Te-rios Silver.(gra)
|
|