|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
28 April 2007
|
|
PM
Singapura Jamin Aset Koruptor RI Bisa Kembali
|
Perjanjian ekstradisi dan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Singapura te-lah diteken. PM Singapura Lee Hsien Loong pun memastikan aset koruptor bisa dikembali-kan ke Indonesia. Singapura memiliki peraturan yang bisa mengatur pengembalian aset itu.
“Kita memiliki peraturan yang memungkinkan perolehan aset dari orang yang menjadi buro-nan kasus korupsi,” ungkap Lee dalam jumpa pers bersama Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono di Istana Tampak Si-ring, Gianyar, Bali, Jumat (27/04).
Pernyataan Lee ini menjawab kehendak masyarakat perjan-jian ekstradisi RI-Singapura tentang pengembalian para koruptor hendaknya diikuti dengan pengembalian aset-aset mereka. Menurut Lee, upaya pengembalian aset su-dah dilakukan Indonesia dan Singapura bersama-sama.
Lee tanpa menyebut contoh, mengatakan, pemerintah Indo-nesia pada beberapa kasus berhasil mengambil kembali aset para koruptor yang ber-ada di Singapura. “Hukum ke-rahasiaan bank diciptakan ti-dak untuk melindungi kri-minal,” tandas Lee.
Pada bagian lain, kerjasama militer yang lebih erat, juga terjalin antara Indonesia de-ngan Singapura. Singapura bisa menggunakan wilayah udara dan laut tertentu Indo-nesia untuk latihan militer. Sebaliknya, militer Indonesia juga akan melakukan latihan di wilayah Singapura. Terma-suk juga TNI bisa mengakses peralatan dan teknologi militer Singapura.
“Wilayah laut teritorial mem-berikan kesempatan pada Si-ngapura untuk latihan di wila-yah Indonesia. Ini sebuah ke-majuan. Pada sisi lain, kita mendapat sarana dan prasa-rana serta mengakses tekno-logi modern yang dimiliki Si-ngapura,” ungkap Menhan Juwono Sudarsono.
Pernyataan itu disampaikan Menhan usai menandatangani Defense Cooperation Agree-ment atau Kesepakatan Kerja-sama Pertahanan RI-Singa-pura bersama Dephan Singa-pura di Istana Tampak Siring.
Butir lainnya, dalam penggu-naan wilayah udara dan laut Indonesia, Singapura bisa me-ngajak negara ketiga untuk latihan bersama. Namun lati-han bersama ini dapat diikuti Indonesia dan harus atas per-setujuan Indonesia. Selain itu, setiap kali Singapura memakai wilayah Indonesia untuk la-tihan, TNI bisa mengirim pe-mantau.
“AL Singapura akan menda-patkan kesempatan menem-bakkan meriam secara live di area bravo atas izin kita,” kata Juwono lebih lanjut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi kerjasama perta-hanan ini akan memberikan keuntungan bagi kedua ne-gara.
“Kita memerlukan ker-jasama dengan negara saha-bat, seperti wajib untuk me-ngamankan Selat Malaka. Kita juga akan dapat mening-katkan profesionalisme dan kemampuan serta mengakses teknologi modern di bidang pertahanan keamanan,” tan-das presiden.(dtc/zal)
|
|