CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

28 April 2007

Minta pemerintah cari solusi
Petani Gula Aren Keluhkan Penurunan Pendapatan

 

 IKUTI BERITA LAIN

Tim Pusat akan Turun Kaji Sistem Resi Gudang
Merpati Buka Training Pramugari

Petani aren, khususnya yang ada Minahasa, mulai mengeluhkan kondisi yang mereka alami saat ini. Sejak permasalahan pabrik gula aren di Masarang dipersoal-kan ternyata ikut membuat penghasilan mereka mero-sot tajam.

Seperti pengakuan Rolli Mo-ningka dan Hans Kondoy, ke-duanya merupakan petani aren di Minahasa, saat pabrik gula aren di Masarang tersebut bero-perasi, penghasilan mereka lu-mayan besar. Tetapi sejak mun-culnya persoalan, di mana pa-brik juga telah membatasi pem-belian, maka penghasilan me-reka merosot jauh.
“Ketika masih beroperasi nor-mal, pendapatan minimal Rp 2 juta per bulan, bahkan bisa mencapai Rp 5 juta. Sekarang ini sudah kerja keras untung-untung kalau bisa mencapai Rp 1 juta per bulan,” kata Rolli di kantor gubernur lalu saat hadir bersama rekan-rekanya meng-gelar demo.
Baik Rolli mapun Hans menga-kui bahwa kehadiran pabrik gula tersebut penting bagi mere-ka. “Kami tidak mau tahu soal masalah yang ada. Yang ter-penting bagi kami adalah ter-sedianya pabrik yang bisa me-ngolah hasil para petani,” kata Hans.
Dikatakan keduanya, yang menjadi persoalan para petani saat ini adalah kesulitan mema-sarkan air nira hasil produk pe-tani. “Pasaran memang ada, te-tapi harga yang kami anggap me-madai hanya di Masarang,” kata keduanya.
Mengingat persoalan ini su-dah menyentuh langsung ke-pentingan masyarakat petani, baik Rolli maupun Hans men-desak pemerintah untuk men-cari jalan keluar. “Pemerintah harus memberi solusi jangan sampai kami petani yang terus-menerus dirugikan. Kalau me-mang bisa menyiapkan pabrik gula aren yang lain, segera ba-ngun agar bisa mengolah hasil produk petani,” kata Rolli berharap.
Sebagaimana diketahui bahwa sejak beberapa saat belakangan ini, keberadaan pabrik gula aren Masarang dipersoalkan sejum-lah kalangan. Hal itu terkait dengan adanya kucuran dana pemerintah pusat dalam bentuk bantuan alat senilai Rp 1,8 mi-liar, yang diberikan ke pihak pe-ngelola Masarang. “Sejak kasus itu muncul, maka pihak pabrik secara perlahan mulai memba-tasi pembelian bahan baku,” ungkap Hans.(ami)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin