|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
30 April 2007
|
|
Uang Hasil Rampokan
Ditanam Dalam Tanah
|
Perkembangan kasus pe-rampokan uang Rp460 milik Makodim Bolmong 2 April lalu, makin menarik. Setelah sejumlah uang rampokan dihanyutkan ke Kali Tumu-bui, kini jutaan rupiah dite-mukan ditimbun di dalam ta-nah. Lokasinya berada di pe-karangan rumah dari oknum anggota Makodim, Koptu BS alias Bram, di Desa Moyag, Ke-camatan Kotamobagu Timur.
Koptu BS sendiri tadi malam menusukkan leher dan perut-nya dengan pisau di dalam tahanan. Kondisi korban sa-ngat kritis sehingga harus di-larikan ke RS Teling Manado. Informasi terpercaya yang dihimpun koran ini menye-butkan, uang di rumah Bram ditemukan Minggu pagi kemarin (29/04) sekitar pukul 08.00 WITA.
Uang itu berjumlah sekitar Rp15 jutaan itu, ditemukan di dalam rumah dan lewat peng-galian di beberapa bagian di pekarangan rumah BS, yang belakangan ditengarai terlibat dalam kasus perampokan Makodim.
Hal ini diakui juga oleh Dan-rem 131 Santiago, Kol Inf Adi Mulyono ketika dikonfirmasi terpisah di Manado. Danrem membenarkan tentang pene-muan uang sejumlah jutaan rupiah dari pekarangan ru-mah BS alias Bram. Bram juga sudah dimintai keterangan dan diduga terlibat. Selain Bram, pihaknya juga menda-patkan pengakuan dari satu anggota lainnya yang terlibat.
“Menurut pengakuan mere-ka ada empat anggota dan satu sipil yang terlibat. Tapi kami akan terus cross cek lagi pengakuan dan temuan ter-sebut. Utamanya, kami masih terus mencari saksi kunci Tri Sulo yang hingga kini masih buron,” kata Mulyono seraya mengatakan, kasus ini sudah mulai terkuak.
Sementara itu, berangkat dari penemuan uang di ru-mah BS, petugas kemudian melakukan pencarian serupa di rumah milik TS alias Tri, oknum pemegang kas Mako-dim 1303 Bolmong yang be-lum diketahui keberadaannya karena melarikan diri. Rumah TS sendiri berada di lokasi Perumahan Pobundayan Permai Blok B RT 10, Ling-kungan IV, Kelurahan Pobun-dayan Kecamatan Kotamo-bagu Selatan.
Pencarian dilakukan kema-rin sore sekitar pukul 17.45 WITA, dan berlangsung seki-tar dua jam. Namun hingga berita ini ditulis tadi malam, belum diperoleh kabar dite-mukannya uang yang dicari-cari tersebut.
Amatan harian ini, sedikit-nya enam anggota TNI berpa-kaian intel menyisir pekara-ngan rumah TS di samping kiri rumah. Beberapa di antaranya sedang menggali dengan menggunakan sekop, sedangkan yang lainnya terlihat menyisir pekarangan tersebut, sembari meneliti struktur tanah. Kemungkinan meneliti barangkali ada tanah yang bekas digali.
Rumah TS yang terletak di kompleks perumahan itu dicat warna putih dan meng-hadap ke utara. Lokasinya hanya berjarak sekitar 200 meter dari jalan utama Kelu-rahan Pobundayan. Tak se-perti rumah-rumah lainnya di kompleks yang pekarang-annya kecil, rumah TS yang kebenaran berada di perti-gaan, memiliki pekarangan agak luas, tepatnya di sam-ping kiri rumah. Pekarangan itu sendiri berbatasan lang-sung jalan yang satunya lagi, dan dipagar dengan bilah bambu tersusun vertikal.
Sementara di sampung ka-nan rumah itu, berjejer ru-mah-rumah yang padat, de-ngan hanya berbatas pagar. Kondisi yang sama juga ter-lihat pada rumah-rumah yang berhadapan dengan rumah TS. Sekitar 20 meter di depan rumah TS itu, ada sebuah masjid cukup besar yang se-dang dibangun. Di mana war-ga sekitar sendiri mengaku, TS banyak berperan mem-bantu pembangunan Masjid tersebut.
Sementara itu, warga di kompleks tempat tinggal oknum juru bayar Makodim 1303 Bolmong berinisial TS alias Tri, tepatnya di Peru-mahan Pobundayan Permai Blok B RT 10 Lingkungan IV Kelurhan Pobundayan, meng-akui bahwasanya TS itu orangnya baik dan punya kepedulian besar kepada masyarakat sekitar.
Bahkan Lurah Pobundayan sendiri, Mastur Makalalag, mengaku pada awalnya tidak yakin kalau TS terlibat dalam perampokan uang gaji ang-gota Kodim 1303 Bolmong. “Dia (TS, red) pambae skali, dan punya jiwa sosial yang tinggi. Bahkan dia banyak membantu saat pembuatan masjid di kompleks peru-mahan,” tutur Frans, warga perumahan yang hanya berjarak tiga rumah dari kediaman TS.
Sedangkan warga lainnya di samping rumah Frans, mengakui bahwa TS orangnya sangat ramah, dan gampang bergaul dengan masyarakat sekitar. “Dia dan keluarganya sangat bermasyarakat. Punya jiwa sosial yang tinggi, serta selalu aktif berorganisasi. Bahkan tidak pernah keting-galan ketika ada kerja bakti di kompleks. Bahkan kami sempat berbondong-bondong ke kantor Kodim, ketika mengetahui Pak TS dirampok” tutur seorang pria yang mengaku bekerja di Rutan Kotamobagu, sembari menga-takan dirinya tak menyangka jadinya seperti sekarang ini.
Hal senada juga disampai-kan Lurah Pobundayan, pada perbincangan tadi malam dengan harian ini. “Saya sendiri semula tidak yakin TS begitu. Soalnya, dia dan istri-nya sangat aktif pada setiap kegiatan kampung. Apalagi TS adalah salah satu anggtoa BTM (Badan Takmirul Masjid) di Pobundayan, sedangkan istrinya sangat aktif di majelis taklim kampung,” kata Lurah Pobundayan.
Dari penyampaian Lurah ter-ungkap juga, TS yang kini dika-runiai dua orang anak, tinggal di kelurahan itu sekitar enam tahun lalu. “Bahkan karena ke-ramahtamahannya, banyak warga yang sangat izin kepa-danya,” imbuhnya.
Ditanya tentang kabar bahwa TS punya kesukaan mencari se-macam harta karun, Lurah men-jawab dirinya tak pernah tahu. “Saya baru tahu akhir-akhir ini, dari pembicaraan warga. Kalau sebelumnya, saya sendiri tidak tahu-menahu,” terangnya.(tus)
|
|