HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

30 April 2007

Sambuaga Calon Menhan?


Reshuffle kabinet tinggal menghitung hari. Presiden SBY telah menjanjikan untuk merombak kabinet menteri-nya awal Mei nanti. Salah sa-tu nama calon menteri asal kawanua yang cukup me-nguat adalah Drs Theo Sam-buaga. Ketua Komisi I DPR RI ini malah disebut-sebut bakal menggantikan Juwono Su-darsono sebagai Menteri Per-tahanan (Menhan). 
Namun begitu, Sambuaga mengaku belum mengetahui kalau dirinya akan dipercaya-kan menjabat salah satu men-teri di kabinet Indonesia Ber-satu. Anggota legislatif asal Sulut ini juga mengatakan, belum menerima tawaran un-tuk itu. “Saya belum terima konfirmasi,” kata Sambuaga yang saat dihubungi kemarin (29/04) sedang berada di Bali. 
Nama Theo oleh sejumlah sumber di parlemen Senayan, cukup kuat masuk kabinet SBY-JK. Sebab selain ber-pengalaman (pernah menja-bat beberapa kali menteri), nama Sambuaga juga masuk daftar teratas yang diinginkan Golkar masuk dalam kabinet. ‘’Pak Theo sangat berpeluang, dia itu kapabel dan didukung partai,’’ aku seorang anggota parlemen Senayan. 
Sedangkan Sambuaga sen-diri tidak tahu-menahu ten-tang siapa saja yang akan dijagokan menjadi menteri dalam reshuffle ini. “Semua orang tahu, itu hak prerogratif presiden,” katanya sambil tertawa. Saat ditanya apakah dirinya siap jika ditawari po-sisi sebagai menteri, Theo menjawab singkat, “belum tahu.” Namun, lanjut dia, saat ini dirinya sedang fokus pada pertemuan Inter Parliamen-tary Union (IPU) di Bali dan tugasnya selaku Ketua Komisi I DPR. 
Pada bagian lain, Presiden Susilo Bambany Yudhoyono (SBY) diminta harus memper-hatikan tiga partai besar yak-ni Partai Golkar, Partai Demo-krat dan PPP sebagai basis utama untuk mereshuffle ka-binetnya. Partai kecil lainnya seperti PKS atau PBB, dibuang saja karena tak penting.
“Presiden harus tetap mem-perhitungkan orang-orang Golkar sebagai basis kekuatan utama, juga Partai Demokrat. Jika mau aman juga dengan PPP,” kata Direktur Sugeng Sar-jadi Syndicate, Sukardi Rinakit. Sukardi mengatakan, meski pun Partai Golkar tidak mengajukan sejumlah nama untuk mengisi posisi di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) bukan berarti Presiden SBY tidak memperhitungkan partai ini. Justru, katanya, sikap politik Partai Golkar yang demikian bukan merupakan kelemahan tapi kekuatan Partai Golkar itu sendiri. 
“Justru partai yang minta-minta itu partai yang lemah. Jadi sebaiknya yang lain tidak perlu lagi dalam Kabinet Indo-nesia bersatu. Buang saja, seperti PKS, PBB dan partai yang lain,” katanya. 
Menurut Sukardi, dengan komposisi 3 partai itu plus orang-orang profesional dalam tubuh Kabinet Indo-nesia Bersatu sudah cukup untuk menyokong pemerin-tahan di bawah kepemim-pinan SBY. Sebab, pemerin-tah Indonesia lemah bukan hanya pada sisi leadership, tapi juga dalam kabinet. “Un-tuk mengisi kelemahan lea-dership SBY perlu dikuatkan oleh kabinet yang loyal,” katanya.
Saat ini, Presiden SBY seperti terkena Stockholm Syndrome. Sindrom itu adalah seseorang tersandera oleh sesuatu. Karena yang menyandera itu sudah lama, seakan-akan yang menyandera ini memberikan banyak kebaikan terhadap yang sandera. Sehingga yang disandera ini merasa tak tersandera. “Presiden awalnya merasa tersandera oleh partai tapi lama-lama justru Presiden menilai partai-partai itu baik hati,” ujarnya.(zal/ihc)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin