HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

03 Desember 2007

Ciputra: Jangan hanya mau jadi PNS
Orang Manado Berpotensi Menjadi Entrepreneur Besar 

 
Pengusaha sukses nasional, Ir Ciputra menganjurkan ke-pada orang Manado (Sulut) untuk bisa menjadi entrepre-neur (kewirausahaan) dan ti-dak hanya berkeinginan men-jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja. “Orang Manado sebetul-nya punya kemampuan untuk menjadi entrepreuner. Namun karena tidak dilatih dan didi-dik, sehingga banyak yang ti-dak berhasil mengembangkan dirinya,” ujar Ciputra, di ruang Huyula Kantor Gubernur Sulut, saat memaparkan kiat-kiatnya menjadi entrepreuner, Sabtu (01/12).
Acara yang dilaksanakan da-lam rangkaian dengan Raker-da Asosiasi Yayasan Anak Bangsa (AYUB) Sulut yang didirikan Ciputra, raja real estate di Indonesia itu meng-ungkapkan, entrepreuner itu terdiri dari empat kelompok. Yaitu, business entrepreneur, government entrepreneur, social entrepreneur, dan aca-demic entrepreneur. “Jadi entrepreneur bukan hanya untuk dunia bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi orang Manado untuk menjadi entrepreneur sangat besar. Hal itu disebabkan karena orang Manado memiliki kelebihan dalam hal kecerdasan. Begitu pula dalam hal genetik, orang Manado juga setengah Cina, yang sebenarnya aslinya adalah orang Mongol. Hanya saja oleh karena 3L (lahir, lingkungan dan latihan) kurang memberi peluang bagi orang Manado untuk menjadi entrepreneur. “Artinya, orang Manado lahir bukan sebagai entrepreneur, lingkungannya juga bukan entrepreneur, dan juga tidak ada pendidikan atau latihan untuk menjadi entre-preneur,” jelasnya.
Karena itu ia mengimbau agar sekolah-sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi di Sulut khususnya, hendaknya memi-liki kurikulum tentang kewi-rausahaan. “Dengan demi-kian, ketika mereka selesai sekolah, bukan mencari pe-kerjaan, tapi menciptakan pekerjaan. Dan karena itu pula, maka pengangguran di negara kita ini tidak terus bertambah dari tahun ke tahun,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, ada tiga gagasan quantum leap (lom-patan kuantum) untuk bisa menanggulangi masalah peng-angguran dan kemiskinan. Ketiga hal itu adalah, pertama, untuk pendidikan dasar dan menengah harus menginte-grasikan pembelajaran kewira-usahaan dalam kurikulum nasional. Kedua, di pendidikan tinggi perlu diciptakan dan dikembangkan entrepreneur-ship center di semua pergu-ruan tinggi di Indonesia. 
Dan ketiga, dalam masya-rakat itu sendiri perlu dicip-takan gerakan nasional pe-latihan kewirausahaan, baik oleh pemerintah maupun ma-syarakat untuk menjangkau masyarakat luas yang berada di luar bangku sekolah. Sebe-lumnya, dalam Rakerda AYUB tersebut dibuka dengan iba-dah yang dipimpin Pdt Dr Nico Gara MA, yang juga ditunjuk se-bagai Ketua AYUB Sulut. Menu-rut Pdt Nico Gara, yang dalam khotbahnya mengutip Kisah Para Rasul 18, mengatakan bukan hanya empat kelompok entrepreneur sebagaimana yang dipaparkan oleh Ciputra. 
Dia menambahkan satu lagi jenis entrepreneur, yaitu church entrepreneur atau ke-wirausahaan gereja. “Artinya, gereja harus berupaya mandiri dalam menjalankan misinya, sebagaimana ditunjukkan oleh Paulus yang justru adalah rasul yang mengembangkan church entrepreneur,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Ci-putra juga telah menyumbang-kan fasilitas pendidikan untuk sekolah Don Bosco Manado yang merupakan almamater-nya.(jef)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin