|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
03 Desember 2007
|
|
Bandara Polonia Medan Terbakar,
Bandara Samrat Diminta Berjaga
|
PEMBERITAAN di media elektronik tentang kebakaran Bandara Polonia Medan, mengundang reaksi Warga Manado. Dalam telepon yang diterima redaksi tadi malam, mereka meminta agar per-lengkapan pemadam keba-karan di bandara kebanggaan Sulut, harus benar-benar di-perhatikan. Jangan sampai kasus di Medan terjadi di Sulut. ‘’Jangan sampai karena perlengkapan pemadaman tidak siaga dan lengkap seperti indikasi yang terjadi di Medan, maka momen besar WOC di Sulut akan batal, ini harus menjadi pelajaran di Sulut’’ ungkap Harry M, asal Manado. Dia juga mengingatkan, keba-karan bandara, akan berdam-pak besar terhadap dunia pariwisata. ‘’Ingat kita sedang menuju Manado Kota pariwi-sata Dunia,’’ ingatnya.
Dari Medan, Sekretaris Badan Pariwisata Daerah (Bawisda) Sumut, Ranti Tobing mengakui, kepercayaan pari-wisata internasional diperkira-kan akan menurun terhadap keselamatan bandara di In-donesia. “Pasti ada dampak-nya. Terutama kepercayaan internasional terhadap kese-lamatan bandara kita. Apalagi Polonia sudah dua kali ter-bakar, dua tahun berturut-turut. Ini masalah besar bagi pariwisata,” kata Ranti Tobing yang juga pemilik Hotel Toledo di kawasan Danau Toba.
Seperti diketahui, sekitar 3,5 jam, api yang membakar ter-minal keberangkatan domes-tik Bandara Polonia yang baru bisa dipadamkan pukul 24.00 WIB, Sabtu (01/12). Lam-bannya pemadaman karena sistem hidran di bandara tidak berfungsi dengan baik. Lambannya petugas mema-damkan api dalam kasus kebakaran di bandara kali ini, terkait dengan tidak sempur-nanya sistem pencegahan kebakaran di bandara. Hi-dran-hidran air yang berada di sekitar terminal domestik, tidak satu pun yang berfung-si. Petugas pemadam keba-karan yang mencoba mengope-rasikan tiga unit hidran, ha-nya bisa kecewa.
Akibatnya petugas hanya bisa mengandalkan air dari mobil pemadam yang ter-kadang tidak terlambat da-tang. Berkenaan dengan masalah sistem ini, Admi-nistratur Bandara Polonia, Yuli Sadoso menyatakan, kemungkinan ada masalah pada hidran sehingga saat akan digunakan tidak ber-fungsi. “Biasanya peme-riksaan dilakukan rutin setiap tiga bulan. Tapi akan kami cek,” kata Yuli Sadoso.(sel/zal/dtc)
|
|