|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
03 Desember 2007
|
|
Harga Semen Kembali Normal
|
Krisis semen yang sempat terjadi beberapa pekan
terakhir di sejumlah toko bahan bangunan, kini mulai normal kembali menyusul mulai masuknya ribuan ton semen untuk berbagai jenis sejak awal pekan lalu.
Sejumlah toko bahan ba-ngunan yang dulunya kosong, kini mulai dipenuhi semen meskipun tidak dalam jumlah banyak. “Pihak distributor sa-at ini mulai membagi sama ra-ta penyaluran semen di setiap toko bahan bangunan agar ti-dak ada kelangkaan lagi,” ujar pemilik toko Gunung Emas, Teling, Sanny kepada sejum-lah wartawan, beberapa wak-tu lalu.
Sementara harga semen saat ini di pasaran masih bervaria-si antara Rp 42 ribu hingga Rp 44 ribu per sak. Harga ter-sebut turun jauh dibanding-kan sewaktu terjadinya ke-langkaan semen beberapa waktu lalu yang sempat me-nyentuh angka Rp 50 ribu per sak, khususnya di Kota Ma-nado.
Sementara untuk luar Kota Manado, sempat sampai ke harga Rp 60 ribu per sak. “Sekarang pasokan sudah aman karena keseriusan Dis-perindag Sulut yang mena-nganinya bersama-sama pi-hak distributor,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Per-dagangan Minut, Fanny Ka-watu.
Meskipun kondisi stok se-men yang mulai limpah, lan-jut Kawatu, pihaknya tetap melakukan pengawasan khu-susnya disejumlah pedagang untuk menghindari terjadinya penimbunan. “Pengawasan tetap dilaksanakan karena ke-butuhan semen ini akan terus meningkat hingga hari raya Natal mendatang,” jelasnya.
Menurut Kasubdin Perdaga-ngan Dalam Negeri, Disperin-dag Sulut, Janny Rembet SE menjamin bahwa hingga akhir tahun tidak ada lagi kri-sis semen yang terjadi di da-erah ini. Pasalnya, distributor yang dulunya hanya mema-sok seminggu sekali, kini telah menjadi dua kali dalam seminggu. “Untuk mengatasi persoalan ini memang mem-butuhkan waktu, tapi seka-rang sudah tidak ada lagi ke-langkaan semen,” jelas Rembet.(wel)
|
|