|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
03 Desember 2007
|
|
Diduga bakal ikuti penjaringan CPNS ‘jalur tol‘
Sejumlah SKPD Ditengarai Terima Honda Diam-diam
|
Meski sebelumnya pemkab telah mengeluarkan edaran tidak akan menerima tenaga Honorer Daerah (Honda) lagi karena jatahnya sudah masuk dalam data- base, namun diduga sejumlah SKPD sekarang ini mulai ramai-ramai menerima honda secara diam-diam.
Ditengarai pula, kalau pe-nerimaan honda ini adalah ingin dimasukkan dalam pen-jaringan CPNS melalui jalur bargaining alias ‘jalur tol‘. Hal ini diungkapkan sejumlah sum-ber koran ini di pemkab, yang meminta nama mereka tidak dikorankan.
Menurut sumber, pemandang-an yang cukup mencolok akan perekrutan honda tersebut se-perti terlihat di Dinas Sosial, Se-kretariat DPRD, Badan PMD, Sat Pol PP, serta sejumlah dinas/instansi lainnya. “Kami ini honda sah dan resmi yang ada di jajaran pemkab, yakni sudah masuk dalam database. Kalu sampai honda `siluman` itu diterima, maka ini berarti akan merugikan kami sendiri yang sudah puluhan tahun mengabdi di Minsel,” ungkap sumber tadi.
Oleh karena itu, mereka men-desak dan meminta petinggi pemkab untuk bereaksi dalam mencegah jangan sampai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Dae-rah) itu melakukan kecurangan atau pembohongan publik.
Menanggapi informasi dan keluhan itu, Bupati Minsel, Drs Ramoy Luntungan melalui juru bicaranya, Drs Benny Luming-kewas menjelaskan, memang benar pemkab telah mengeluar-kan edaran soal pemberhentian penerimaan tenaga honda sejak tahun 2006 lalu. Oleh karena itu, tak dibenarkan jika ada SKPD yang masih berani me-nerima honda tanpa sepe-ngetahuan dan seizin petinggi pemkab.
“Jika ada SKPD yang berani menerima honda lagi diam-diam, itu menjadi tanggung-jawab pejabat SKPD setempat. Yang jelas, itu pasti menda-patkan sanksi,” tukas Lu-mingkewas.
Dijelaskannya, untuk pe-nerimaan CPNS tahun 2007 ini di jajaran pemkab, dari 212 jatah atau formasi yang akan diterima, maka 150 itu jatah tenaga honda. Sedangkan sisanya 62 kursi itu akan diperebutkan oleh para pelamar umum, yakni dari tingkat sarjana, SMA, tenaga guru, kesehatan dan lainnya.
“Khusus untuk 150 kursi te-naga honda, itu dipastikan akan diberi bagi para honda yang telah masuk database. Jadi, bagi honda `siluman` itu dira-sakan tak mungkin diterima,” tegas Lumingkewas.(pen)
|
|