|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Tribun Olahraga |
03 Desember 2007
|
|
Kerjasama Pertina Sulut dan RE Boxing
Enam Petinju Sulut Bertarung di Piala Walikota Ambon
|
Salah satu cabang olahraga di Sulut yang aktif mengirim atletnya bertanding adalah tinju. Lihat saja, sejak kembali dari Pra-PON di Bengkalis Agustus lalu, Pengprop Pertina Sulut yang mendapat dukungan penuh dari RE Boxing Camp, telah mengirim petinjunya bertanding di Medan dan Kerinci.
Tak berhenti di situ, enam petinju kembali dikirim untuk mengikuti kejuaraan tinju Piala Walikota Ambon, yang berlangsung 3-9 De-sember. Keikutsertaan pe-tinju Sulut di Ambon ini, me-mang tidak terlepas dari ke-pedulian Richard Engkeng, pemilik RE Boxing Camp, Watutumou dalam memaju-kan olahraga tinju di Sulut. “Agar seorang petinju menja-di petinju yang hebat, ia ha-rus sering bertanding. Sebab jika hanya melakukan lati-han setiap hari tapi tidak pernah bertanding, kan per-cuma? Untuk itulah kami mengirim mereka bertan-ding sesering mungkin,” kata Engkeng kepada war-tawan, Jumat (30/11) pekan lalu.
Hal tersebut diiyakan oleh Komtek Pertina Sulut, Adria-nus Taroreh, menurutnya, jika atlet memiliki jam ter-bang yang tinggi, mereka tidak akan demam pang-gung, karena telah sering bertanding. “Hal ini sangat penting, sebab walaupun dari segi teknis atlet tersebut bagus, tapi kalau grogi saat naik ring, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujarnya.
Dengan program pembinaan seperti ini, tidak heran jika petinju Sulut sering meraih hasil memuaskan di setiap ajang yang diikuti. Sebut saja juara umum putri pada Pra-PON bulan Juli lalu, dengan membawa pulang dua emas, dua perak dan satu perunggu. Prestasi tersebut diulangi lagi pada Kejuaraan Nasional Yunior/Kadet di Kerinci bulan lalu. Kontingen Sulut yang mengirim 13 atlet, kembali menjadi juara umum dengan meraih 10 medali emas, dan sejumlah penghargaan seperti petinju terbaik, petinju hara-pan dan petinju favorit.
Atas kepedulian Engkeng memajukan dunia tinju di Sulut, Wakil Ketua Umum Pengprop Pertina Sulut, Drs Ronny Gosal mengatakan, “Saya salut yang setinggi-tingginya buat Pak Engkeng atas segala bantuan dan dukungan materi, demi ke-majuan dan prestasi tertinggi atlet tinju Sulut.”
Enam atlet yang berangkat ke Ambon terdiri dari tiga putra dan tiga putri. Mereka adalah Gladie Taroreh (pi 46 kg), Nia Kantohe (52 kg) dan Jeane Maleong (60 kg) di bagian putri, sedangkan putra adalah Syarif Katopo (50 kg), Adrianus Salamisi (54 kg), dan Rafli Langi (57). Dari keenam petinju tersebut, dua di antaranya telah lolos ke PON, yaitu Jeane Maleong dan Rafli Langi.
Dua nama terakhir ini berangkat ke Ambon dari Manado, sedangkan yang lainnya dari Jakarta. “Empat atlet yang dari Jakarta adalah mereka yang berlaga di Kerinci. Sepulangnya dari sana, mereka melakukan persiapan di Jakarta untuk iven ini,” kata Engkeng.
Pelatih yang mendampingi enam atlet tersebut adalah Donald Patras. Sedangkan Taroreh juga rencananya akan menyusul untuk seka-ligus mengintip kekuatan lawan di PON mendatang. “Iven tersebut akan diiukti juga oleh petinju-petinju yang sudah lolos ke PON. Untuk itu rencananya saya juga akan berangkat untuk melihat secara langsung perkem-bangan mereka,” tambah-nya.(jou)
Tim Tinju Sulut
ke Ambon
1. Gladie Taroreh (pi 46)
2. Nia Kantohe (pi 52 kg)
3. Jeane Maleong (pi 60 kg )
4. Syarif Katopo (pa 50 kg)
5. Adrianus Salamisi (pa 54 kg)
6. Rafli Langi (pa 57 kg)
|
|