|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Desember 2007
|
|
SVR dan ROR memukau, AFN tampil simpatik
Isu Pemekaran dan Cengkih Jadi Andalan Kampanye
|
Meski hujan sempat meng-guyur sebagian Minahasa, namun tidak menyurutkan para calon top eksekutif Mi-nahasa untuk memanfaatkan masa kampanye, Senin (03/12) kemarin. Menariknya, dari sejumlah pasangan calon, seperti halnya duet SVR-JWS, ROR-SOK dan AFN-JWT, mengandalkan isu-isu mena-rik untuk menggaet konsti-tuennya.
Isu yang jadi andalan kam-panye, meliputi wacana peme-karan Kota Langowan dan Mi-nahasa Tengah (Minteng), cengkih, serta perubahan birokrasi yang lebih fleksibel. Dalam pertemuan terbatas dengan warga Langowan Ti-mur di Desa Waleure, Senin (03/12) kemarin, pasangan Ir Royke Octavian Roring MSi dan Drs Steven Kandouw (ROR-SOK), sempat ditanya warga soal bagaimana cara mendongkrak harga cengkih apabila harganya jatuh.
“Sebagai pemerintah, tentu apabila terpilih nanti sebagai Bupati Minahasa, mendong-krak harga cengkih tentu ha-rus ada perlakuan khusus. Caranya, ketika harga turun, harus ada dana talangan bagi petani cengkih. Walaupun dana talangan ini sampai menyentuh angka Rp 25 miliar, pemerintah harus berani mengambil sikap. Toh dana ini untuk kesejahteraan rakyat. Dan kalau mau ditim-bang, ini tidak seberapa dibandingkan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk olahraga saja,” tandas ROR.
Perlakuan khusus ini juga bisa dilakukan pada harga jagung, apabila nanti meng-alami penurunan. Yang jelas, lanjut ROR, semua kebijakan ini harus diatur dalam per-aturan perundang-undangan, seperti peraturan daerah (perda). Agar pemerintahnya punya dasar hukum dan tidak akan berurusan dengan aparat hukum.
Sementara itu, Drs Vreeke Stefanus Runtu (SVR) dan Jantje Wowiling Sajow (JWS), dalam kampanye yang dipu-satkan di lapangan Samrat Tondano, Selasa (04/11) ke-marin, dipadati puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di Minahasa. Uniknya, simpatisan pendu-kung SVR-JWS ini bukan hanya dari internal partai saja, tetapi berasal dari beragam komoditas termasuk kalangan independen dan sejumlah ka-der dari partai politik seberang.
“Kami butuh figur yang ber-pengalaman dan sudah teruji untuk memimpin Minahasa, untuk itu meskipun kami dari partai lain, namun kami mengharapkan supaya SVR tetap memimpin Minahasa,” ujar mereka saat diwawan-carai. Dari pantauan koran ini, kampanye SVR-JWS sempat ‘melumpuhkan’ Tondano, saking banyaknya massa ter-konsentrasi di lokasi kampa-nye. Bayangkan, lapangan Samrat Tondano yang ber-ukuran cukup luas, penuh di-padati masyarakat, yang ber-kerinduan untuk meme-nangkan SVR dan pasangan-nya. Suasana kampanye se-makin hangat dan membara ketika finalis Indonesian Idol, Dirly, melantunkan sejumlah lagu untuk menghibur masya-rakat di atas panggung. Turut dalam kampanye ini putra kesayangan Gubernur Sulut, Fabian Sarundajang.
SVR sendiri dalam pidato politiknya mengaku, kalau memang rakyat masih meng-hendaki dirinya untuk jadi bupati lagi, maka dirinya akan komit untuk memekarkan Kota Langowan dan Kabu-paten Minahasa Tengah. SVR sendiri bercita-cita sangat mulia untuk masyarakat Minahasa. Sebab dia ingin menciptakan alam demokratis dan rakyat yang mandiri serta sejahtera yang memiliki daya saing tinggi terhadap dunia luar. Dalam komitmen mem-bangun SDM yang berkualitas, ratusan mahasiwa telah diki-rim untuk menimba pendi-dikan di luar negeri. Ke depan nanti, dia juga berkerinduan untuk membebaskan biaya perawatan serta merealisa-sikan dana duka di saat ma-syarakat diterpa kedukaan.
Untuk peningkatan sektor pertanian, ia akan mem-berikan berbagai terobosan dan kemudahan, termasuk menambah alat-alat pertanian yang sasarannya untuk me-mudahkan masyarakat dan meningkatkan produksi per-tanian, termasuk menun-taskan eceng gondok di tahun 2008. Ia mengatakan, sebuah fitnah kalau dikatakan Mina-hasa tidak berubah, sebab perubahan sudah terjadi sejak empat tahun yang lalu. Dan yang dibutuhkan saaat ini hanyalah peningkatan per-ubahan. Bagi Vreeke, per-ubahan ini sudah terjadi di semua aspek di pelosok tanah Minahasa.
Di akhir pidato politiknya, SVR mengajak supaya semua warga menjaga stabilitas keamanan dan baku-baku bae, serta hindari baku fitnah, sebab semua adalah warga Minahasa. Menariknya, secara simpati, SVR turut memuji rival lainnya di Pilkada Mina-hasa. Di hadapan ribuan masyarakat, Vreeke meng-akui, bahwa semua kandidat bupati dan wakil bupati adalah putra putri terbaik Minahasa, yang mempunyai visi untuk membangun Minahasa.
Kampanye perdana SVR-JWS ini berakhir tepat waktu dan tak melakukan konvoi. Tim kampanye SVR-JWS mengajak supaya pendukung SVR-JWS pulang dengan tertib dan tidak ugal-ugalan. Se-dangkan calon bupati Arianne Frederik Nangoy (AFN), tampil simpatik saat melakukan kampanye perdana di wilayah Tombariri, Tanawangko, Sen-duk, Lemoh serta Pineleng, Senin (03/12) kemarin.
Tidak banyak hal yang diumbar AFN, namun dia berjanji akan memberikan perubahan bagi Minahasa. AFN juga secara simpatik, mengajak konsituen agar menyalurkan hak pilihnya pada tanggal 18 Desember mendatang. “Pastikan rakyat untuk menyalurkan hak suara pada tanggal 18 Desember nanti. Jika kami dikehendaki Tuhan dan dipercayakan rakyat, perubahan akan terjadi di Minahasa,” tukas AFN sambil meneriakkan yel-yel Nato (Nangoy Tombeng) Syalom, Nato Yes dan Nato menang yang disambut applaus pendukungnya.(sel/dav/ran)
|
|