|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
04 Desember 2007
|
|
Studi banding libatkan ribuan warga
Legislator Sulut Tuding Bupati Talaud Lakukan Pemborosan
|
Kegiatan studi banding yang diprakarsai Bupat Talaud, dr Elly Lasut, yang melibatkan ribuan warga di daerah tersebut, bisa dikatakan sukses karena berhasil tercatat dalam Muri (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Namun sayangnya, sejumlah legislator Sulut dari Dapil Talaud justru mem-berikan pendapat minor karena mereka menilai apa yang dilakukan Lasut merupakan satu bentuk pemborosan.
Sebagaimana di-ungkapkan personel Komisi A DPRD Su-lut, Olden Waloni, kebijakan tersebut merupakan pembo-rosan keuangan dae-rah karena hanya sebatas seremonial yang semata-mata bertujuan untuk ke-pentingan politis. Dia (Elly Lasut) bikin kegiatan seperti tujuannya hanya untuk ke-pentingan politik. Saya cu-riga, jangan-jangan dia hanya ingin menunjukkan kepada wakil presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalah, bahwa dirinya masih didu-kung warga Talaud, ujar Waloni, Senin (03/12) kemarin.
Sementara itu, Pdt Belhein Ninia STh menilai kebijakan yang dilakukan Bupati Talaud merupakan terobosan yang positif dan harus diberi ap-resiasi. Apalagi selama ini be-lum pernah ada seorang bu-pati yang nekad memboyong perangkat desa dan tokoh-to-koh masyarakat untuk studi banding keliling Indonesia dan bersua dengan wakil pre-siden.
Hanya saja, menurut Ninia, yang perlu dipersoalkan ada-lah sumber pendanaan ke-giatan studi banding terse-but. Setahu saya, tidak ada aturan yang mengatur soal ini. Jadi perlu dipertanyakan dari mana sumber dana stu-di banding tersebut, ujar Ni-nia.
Diketahui, baru-baru ini Muri menyatakan bahwa Elly Lasut berhak menerima penghargaan dengan nomor 2904/R.Muri/XII/2007. Penghargaan ini diberikan setelah Lasut berhasil me-lakukan kegiatan studi ban-ding ke Sumatera dan Ja-karta bersama ribuan warga Talaud.(ran)
|
|