HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

05 Desember 2007

Abu Dujana Beber Cara Pengiriman Bom ke Poso 


Tersangka teroris, Abu Duja-na sedikit membuka cara pe-ngiriman bom dan senjata yang dipakai melakukan teror di Poso. Menurutnya, dua kali ba-han peledak dikirimnya ke Po-so berdasarkan pesanan sese-orang bernama Abdul Hakim. 
Dujana mengaku bom itu di-pakai dalam latihan. “Itu un-tuk senjata saat kondisi daru-rat dan untuk latihan,” ujar Dujana saat menjadi saksi 3 terdakwa teroris Mahfudz Gomari alias Ayyasi alias Abi Isa, Sikas alias Karim alias Abi Salma, dan Amir Ahmadi alias Abu Jundy alias Ahmat alias Ghozy. Hal itu disampaikan dia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (04/12).
Dujana mengatakan, sen-jata-senjata yang dikirim ke Po-so itu diambil dari persediaan sen-jata yang disimpan di rumah Ayyasi. Ayassi menyimpan sen-jata yang antara lain berjenis M16 dan TNT itu di bawah ruang makan di rumahnya dengan ke dalaman 1 meter. Rumah Ayya-si dipilih untuk menyimpan sen-jata, antara lain karena tidak banyak yang tahu keberadaan rumahnya.
Setiap kali mengirim senjata, lanjut Dujana, dia selalu ber-konsultasi dengan Zarkasih atau Simbah yang merupakan pe-mimpin sementara Jamaah Is-lamiyah. “Senjata itu saya da-patkan secara turun-temurun, dari Abdul Hakim. Senjata itu sudah ada ketika saya masuk pada 2005,” imbuh pria berjeng-got itu di hadapan majelis hakim yang dipimpin Makassau.
Selain ke Poso, senjata juga di-kirim ke Surabaya. Pemesanan senjata itu biasanya dilakukan melalui kontak telepon dengan kata sandi ‘barang’. Saat diki-rim, senjata itu biasanya dike-mas dalam kardus kecil agar mudah dibawa. Salah satu bi-dang organisasi JI adalah Asy-kariah. Abu Dujana bertindak sebagai pemimpin Asykariah. Kegiatan yang dilakukan antara lain pemberian materi taktik perang, merakit bom, dan membongkar pasang senjata. 
Selain itu dilakukan pula lati-han kemiliteran sebagai persia-pan jihad. Sebab menurut dia, dalam Islam, bila diharuskan berjihad, maka harus ada per-siapan. “Latihan menembak biasanya dengan cara menem-bak balon. Tapi saya tidak pernah memerintahkan bahan peledak itu untuk diledakkan. Itu hanya untuk darurat dan latihan,” lanjut Dujana dilansir detik.com.
Dia mengaku mengenal ter-sangka teroris yang masih dicari-cari, Noordin M Top. Sebab dia pernah bertemu Noordin suatu kali di Lampung. Namun dia tidak tahu keberadaan Noordin seka-rang, bahkan dia juga tidak tahu apakah pria itu masih hidup atau sudah meninggal. Dujana juga mengaku pernah mengenal Dr Azhari. Dia pun pernah ber-bincang-bincang dengan Amir MMI Abubakar Ba’asyir dan terdakwa bom Bali Imam Sa-mudra.(dtc/*) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin