|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
06 Desember 2007
|
|
Dari KTT PBB tentang perubahan iklim
Lokasi Konferensi Bebas Asap Kendaraan Bermotor
Laporan Helda Margaretha Nusa Dua, Bali
|
Convention of Parties (COP) United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diga-gas PBB melalui pembahasan tentang perubahan iklim di Nusa Dua, Bali sejak tanggal 3-14 Desember, memberi pela-ja-ran berarti bagi 187 negara di dunia atau sedikitnya 10 ribu peserta yang sepakat untuk mengedepankan kese-lamatan lingkungan.
Tak tanggung-tanggung se-bagai komitmen untuk meng-kampanyekan sikap ramah lingkungan, dalam iven ini, khususnya di lokasi di mana kegiatan dilaksanakan, sama sekali bebas dari asap atau emisi kendaraan bermotor. Sehingga tidak mengheran-kan jika suasana di Nusa Dua kembali pada suasana tempo doeloe.
Betapa tidak, dalam penja-gaan yang superketat terse-but, kira-kira pada jarak dua kilometer dari Hotel Westin dan Sheraton, para delegasi tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan bermotor. Sehingga tidak ada pilihan selain jalan kaki. Na-mun untuk mempermudah akses menuju lokasi panitia menyediakan sekitar 200 unit sepeda pancal. Jadi bagi pe-serta yang ingin sampai ke tempat tujuan, harus menga-yuh sepeda tersebut.
“Selama pelaksanaan konfe-rensi, lokasi telah steril dari lalu lalang kendaraan bermo-tor. Dan sebagai gantinya adalah sepeda. Hal ini tidak lain sebagai upaya kampanye pada masyarakat untuk mem-budayakan diri bersikap ra-mah lingkungan dan sekali-gus juga sebagai penghema-tan,” tukas salah satu warga yang menilai bahwa hal ini sangat positif.
Menariknya, untuk menjaga segala sesuatu yang tidak di-inginkan, di sekitar lokasi pe-laksanaan telah dipagari de-ngan gulungan kawat. Bah-kan di ruas-ruas jalan strate-gis, penjagaan juga diperketat dengan aparat keamanan yang dilengkapi dengan senja-ta laras panjang. Sementara itu, delegasi dari Pemprop Su-lut yang mendapat undangan adalah Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang dan Ketua Kapet Manado-Bitung, Dr Noldy Tuerah yang juga ter-kait erat dengan Sekretariat World Ocean Conference (WOC) tahun 2009.
Dengan demikian, mereka dilengkapi dengan identity card. Sedangkan rombongan lainnya tidak diperkenankan untuk masuk dalam konferensi ini. Ka-rena tujuan rombongan guber-nur untuk hadir dalam konfe-rensi perubahan iklim ini, ada-lah untuk mendampingi guber-nur dalam Coral Triangle Initia-tive Meeting, di mana dalam ke-sempatan ini gubernur akan menyampaikan presentasi me-nyangkut masalah-masalah kelautan di hadapan sejumlah negara, antara lain Kanada, Amerika Serikat, Filipina, Ma-laysia, Australia, Papua Nugini, Timor Leste dan Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Melia Nusa Dua, Bali, pada Kamis (06/12) hari ini pukul 09.00 WITA.
BAYAR
Negara dunia ketiga atau ne-gara-negara berkembang ti-dak boleh hanya menjadi tem-pat sampah bagi negara-nega-ra maju yang hanya mengha-silkan emisi karbon. Tetapi ju-ga harus mendapatkan keun-tungan dari usahanya meles-tarikan hutan guna mengura-ngi emisi karbon di udara yang dihasilkan oleh negara-negara maju. Demikian dite-gaskan oleh Ketua Delegasi Indonesia Emil Salim usai jumpa pers pertemuan UNCCC, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (05/11).
“Jadi negara dunia ketiga bisa mendapat keuntungan, pertama keuntungan menu-runkan karbon, kedua men-dapat keuntungan teknologi tanpa bias dan ketiga capacity building,” ujarnya.
Emil menegaskan, dari dulu memang negara-negara ber-kembang sudah menyerap karbon yang banyak diha-silkan oleh industri-industri di negara maju tanpa dibayar. “Oleh karena itu sekarang negara maju harus tetap me-nurunkan produksi emisi karbonnya, dan negara ber-kembang yang menyerap harus mendapatkan keun-tungan, karena itu kita menginginkan sekarang mere-ka (negara maju) untuk mem-bayar kepada negara berkem-bang,” tandasnya.
Ditambahkan Emil, filosofi yang diambil sebagai tuntutan Indonesia sebagai negara ber-kembang adalah dengan mem-buat karbon menjadi bernilai, sehingga upaya yang dilakukan oleh negara berkembang untuk mengurangi emisi karbon dapat berjalan.(**/sum)
|
|