|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
08 Desember 2007
|
|
Dari perayaan Natal GSSJA Sulut I
Natal Yesus Kristus Bukan Milik Agama Kristen
|
Natal atau kelahiran Yesus Kristus bukan milik agama Kris-ten atau Umat Kristiani. Janganlah kita membatasi makna kelahiran Yesus dalam lingkaran agama, sebab Yesus lahir bagi semua umat manusia, baik yang percaya maupun yang tidak percaya.
Demikian inti sambutan Ketua Umum GSSJA Indonesia, Pdt Is-hak ‘Cak’ Kaihatu yang disam-paikan dalam ibadah Natal Ge-reja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSSJA) Sulut I diwakili Pdt Dr Jack Lumanauw dari Su-rabaya, yang juga membawa-kan khotbah Natal GSSJA Sulut 1 di Pingkan Matindas, Kamis (06/11) malam.
Saat ini, kutip Lumanauw, telah terjadi pergeseran nilai-nilai Natal Yesus Kristus. “Ge-reja sering menyalahartikan dan membelenggu bahwa Natal Ye-sus Kristus hanyalah milik ge-reja atau Umat Kristiani semata. Padahal secara gamblang dalam Yohanes 3:16 dikatakan ‘Kare-na begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakan-nya anak-Nya yang tunggal, supa-ya siapa yang percaya tidak bina-sa melainkan memperoleh hidup yang kekal,” kata Lumanauw.
Menurutnya, kelahiran Yesus Kristus karena kasih Allah akan seisi dunia ini. “Soal ada yang percaya atau tidak, itu urusan belakangan, sebab kasih Allah itu tidak terbatas bagi mereka yang percaya saja, karena pintu anugerah Allah tetap terbuka le-bar bagi mereka yang tidak per-caya juga. Dan itu tidak secara otomatis milik agama atau Umat Kristiani saja, melainkan milik semua umat manusia,” jelasnya.
Ibadah yang dihadiri 400-an Jemaat GSSJA Sulut I ini meru-pakan ibadah Natal perdana se-jak GSSJA Sulut dibagi dua wi-layah. Dengan tema ‘Bangkitlah menjadi teranglah, sebab terang-mu telah datang’ (Yesaya 60:1a), jemaat setidaknya merasakan lawatan Allah, lewat praise and worship, dan khotbah Pdt Dr Jack Lumanauw.
Ketua Badan Pengurus Dae-rah (BPD) GSSJA Sulut I, Pdt John Alex Supit DTh didampingi Staf Khusus Bidang Humas, Gbl I Grosman STh, dan Ketua Pemuda Remaja GSSJA Sulut I, Donal Monintja SSos menegas-kan, di tengah zaman yang tak menentu ini, umat manusia ter-lebih khusus Jemaat GSSJA, harus bangkit.
“Jangan lengah, jangan tidur, kita harus bangkit menjadi terang, sebab terang itu telah menyinari hari kita dan harus dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Jangan mono-poli terang itu, sebab masih banyak orang sekitar kita ber-ada dalam kegelapan,” tukas Supit.
Ditemui usai ibadah, Supit ju-ga menegaskan, Jemaat GSSJA Sulut I siap menopang program Pemprop Sulut dalam iven WOC 2009 dan Pemkot Manado Me-nuju Kota Pariwisata Dunia 2010. “Ini merupakan bagian dari tanggung jawab gereja untuk menopang pemerintah baik lewat doa, daya dan ikut menjaga stabilitas daerah,” ka-tanya.(lex)
|
|