CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Minahasa Selatan 

10 Desember 2007

Hanya perjuangkan pendidikan dan kesehatan
Legislatif dan Eksekutif Dinilai Abaikan Persoalan Tenaga Kerja dan LH

 

 IKUTI BERITA LAIN

Kecamatan Baru Resmi Ditetapkan
Mobnas Ambulans Enggan Bantu Korban Kecelakaan, Warga Desak Kadis Dinkes Bertindak

Dalam menetapkan APBD 2008 pekan lalu, pihak eksekutif dan legislatif dinilai mengabaikan persoalan dalam bidang tenaga kerja, pertanian, serta Lingkungan Hidup (LH). 

Menurut pengamat pemerin-tahan dan pembangunan Min-sel, Drs Harold S Kolopita, dari pengamatan selama ini, dalam pembahasan RAPBD antara DPRD dan Pemkab Minsel, ter-kesan hanya memprioritaskan bidang pendidikan, kesehatan maupun ADD.
Seperti jelas terlihat dalam pembahasan Fraksi PG (Partai Golkar), yang ngotot terus memperjuangkan anggaran pendidikan dan kesehatan. Sedangkan Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjua-ngan), berupaya meloloskan ADD hingga mencapai Rp 100 juta per desa. Tak heran, me-nurut Kolopita, hampir setiap saat alokasi pendidikan, kese-hatan dan ADD yang diperde-batkan sehingga program pembangunan dan pening-katan kesejahteraan warga seperti tenaga kerja, pertanian dan lingkungan hidup di-abaikan. 
Dijelaskan Kolopita, memang perjuangan kedua fraksi ter-besar di DPRD Minsel itu sa-ngat berpengaruh pada kewi-baan PG dan PDIP itu sendiri. Namun, kenapa dalam mem-perjuangkan hak masyarakat hanya selalu ditonjolkan per-soalan pendidikan, kesehatan, dan ADD. “Memang bidang pendidikan dan kesehatan sa-ngat penting, tapi apakah soal pelestarian lingkungan hidup dan sektor tenaga kerja tidak kalah pentingnya lagi,” kata Kolopita. 
Untuk itu, dirinya menyaran-kan kepada para wakil rakyat agar menghilangkan sikap egois dan pemikiran sempit masing-masing kelompok. “Ja-ngan hanya karena kepenting-an sesaat, lalu itu mengabai-kan kepentingan masyarakat mendatang. Oleh karena itu, sebaiknya para legislatif bisa berkaca dan merubah sikapnya itu,” tukas Kolopita. 
Sementara itu, personel DPRD Minsel, Joppy Mongka-reng, ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya memandang sebelah mata persoalan tenaga kerja, per-tanian dan lingkungan hidup tersebut. Menurut Mongka-reng, sebelumnya mereka su-dah meminta kepada masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk memasukan pos dana yang dirasakan cukup guna me-nunjang program pembangu-nan di Minsel secara me-nyeluruh tanpa pilih kasih atau tekanan. 
“Semua bidang untuk ke-majuan pembangunan di Minsel sudah dimasukkan da-lam APBD Minsel 2008. Tak ada istilah kalau dewan me-nyepelekan bidang lainnya,” je-las Mongkareng.(pen)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin